cara menggambar rumah

1. Memahami Denah Rumah

Pertama-tama, untuk menggambar rumah, kita perlu memahami denah rumah tersebut. Denah rumah akan memberikan gambaran mengenai bentuk dan letak ruangan-ruangan di dalam rumah. Biasanya, denah rumah diawali dengan menggambar garis tepi rumah yang melambangkan dinding rumah. Selanjutnya, tambahkan garis-garis yang melambangkan letak ruangan-ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan lainnya.

Ketika menggambar denah rumah, pastikan untuk melakukan pengukuran secara akurat agar denah yang dihasilkan sesuai dengan ukuran sebenarnya. Gunakan alat pengukur seperti penggaris dan meteran untuk mendapatkan hasil yang presisi.

Setelah menggambar garis tepi rumah dan garis-garis ruangan, tambahkan juga detail-detail lain seperti jendela, pintu, tangga, dan ruang outdoor seperti halaman belakang atau taman depan. Dengan memahami denah rumah dengan baik, kita dapat melanjutkan ke tahap menggambar bentuk fisik rumah.

Untuk menggambar denah rumah, biasanya menggunakan skala ukuran tertentu. Misalnya, 1:100 atau 1:50. Skala ini menunjukkan perbandingan antara ukuran gambarnya dengan ukuran sebenarnya. Pemilihan skala harus sesuai dengan kebutuhan dan ruang yang ada pada kertas gambar yang digunakan.

Setelah memahami denah rumah, langkah selanjutnya adalah menggambar bentuk fisik rumah tersebut. Denah rumah yang telah dibuat akan menjadi panduan dalam menggambar bentuk dan ukuran rumah secara keseluruhan.

2. Menggambar Bentuk Fisik Rumah

Setelah memahami dan menggambar denah rumah, langkah selanjutnya adalah menggambar bentuk fisik rumah tersebut. Untuk menggambar bentuk fisik rumah, kita perlu berkonsentrasi pada garis luar rumah yang sudah ditentukan di denah.

Mulailah dengan menggambar garis luar rumah yang melambangkan dinding rumah. Gunakan penggaris untuk menghasilkan garis yang lurus dan presisi. Pastikan juga untuk menggambar proporsi rumah dengan benar, sesuai dengan denah yang telah dibuat sebelumnya.

Setelah menggambar garis luar rumah, tambahkan detail-detail lain seperti jendela, pintu, dan tangga. Pastikan detail-detail tersebut sesuai dengan posisinya di denah rumah. Gunakan penggaris dan alat gambar lainnya untuk menghasilkan garis yang rapi dan jelas.

Untuk menggambar bentuk atap rumah, tentukan jenis atap yang akan digunakan terlebih dahulu. Misalnya, atap datar, atap perisai, atap pelana, atau atap kubah. Pilih jenis atap yang sesuai dengan desain rumah yang diinginkan. Setelah itu, gambar garis atap yang mengikuti bentuk rumah dengan presisi.

Jika ingin memberikan detail lebih pada gambar rumah, tambahkan juga elemen-elemen seperti pepohonan, pagar, taman, dan lainnya. Hal ini akan memberikan kesan lebih hidup pada gambar rumah yang telah dibuat.

Setelah menggambar bentuk fisik rumah, langkah selanjutnya adalah menggambar interior rumah.

3. Mendesain Interior Rumah

Setelah menggambar bentuk fisik rumah, selanjutnya kita akan mendesain interior rumah. Interior rumah mencakup ruangan-ruangan di dalam rumah seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan lainnya.

Untuk menggambar interior rumah, kita perlu memahami layout ruangan dan menjaga proporsi ukuran yang sesuai. Mulailah dengan menggambar garis luar ruangan dengan menggunakan penggaris. Setelah itu, tambahkan detail-detail ruangan seperti pintu, jendela, meja, kursi, lemari, dan lainnya.

Jika ingin memberikan detail lebih pada interior rumah, tambahkan juga elemen-elemen dekoratif seperti lampu, karpet, hiasan dinding, dan lainnya. Hal ini akan memberikan kesan lebih nyata dan menarik pada gambar interior rumah.

Pada tahap ini, kita juga perlu memperhatikan penggunaan warna dan tekstur pada gambar interior rumah. Gunakan pen dan spidol dengan berbagai warna untuk memberikan efek bayangan dan perbedaan tekstur pada gambar interior rumah. Hal ini akan membuat gambar lebih hidup dan realistis.

Setelah selesai menggambar interior rumah, langkah terakhir adalah memberikan detail lebih pada gambar seperti furnitur, aksesori, dan elemen dekoratif lainnya sesuai dengan tipe rumah yang ingin digambarkan. Jika menginginkan detail yang lebih presisi, gunakanlah alat bantu seperti penggaris lengkung dan template gambar furnitur.

4. Memberikan Efek Cahaya dan Bayangan

Untuk menggambar rumah yang lebih hidup dan realistis, penting bagi kita untuk memperhatikan efek cahaya dan bayangan pada gambar. Efek cahaya dan bayangan akan memberikan dimensi dan kedalaman visual pada gambar rumah.

Untuk memberikan efek cahaya, kita perlu memahami arah cahaya yang masuk ke rumah. Dalam menggambar, arahkan sinar cahaya ke satu arah tertentu seperti dari atas atau dari samping. Kemudian, gunakan pensil atau spidol yang lebih terang untuk menggambar area yang lebih terkena cahaya dan pensil atau spidol yang lebih gelap untuk menggambar area yang lebih terkena bayangan.

Untuk memberikan efek bayangan, perhatikan juga arah sumber cahaya dan objek yang menghalangi cahaya. Gunakan pensil atau spidol yang lebih gelap untuk menggambar bayangan yang dihasilkan oleh objek-objek tersebut. Jika diinginkan, tambahkan juga efek bayangan pada interior rumah sesuai dengan posisi pencahayaan yang ada.

Dalam memberikan efek cahaya dan bayangan, perlu dilakukan dengan teliti dan proporsional. Pastikan efek cahaya dan bayangan yang dihasilkan tidak terlalu kuat sehingga mengganggu gambar secara keseluruhan. Gunakan pensil atau spidol dengan pengaturan tekanan yang berbeda untuk menghasilkan gradasi yang halus dan presisi.

Setelah memberikan efek cahaya dan bayangan, langkah selanjutnya adalah menggabungkan semua elemen yang telah digambar menjadi satu gambar utuh.

5. Menggabungkan Semua Elemen Gambar

Setelah selesai menggambar denah rumah, bentuk fisik rumah, interior rumah, dan memberikan efek cahaya dan bayangan, langkah terakhir adalah menggabungkan semua elemen tersebut menjadi satu gambar utuh.

Mulailah dengan menghapus garis-garis panduan yang tidak diperlukan atau kurang relevan pada gambar. Gunakan penghapus dengan hati-hati agar tidak merusak atau menghapus bagian yang seharusnya tetap ada.

Selanjutnya, periksalah gambar untuk memastikan bahwa semua elemen yang telah digambar terlihat jelas dan proporsional. Jika diperlukan, tambahkan detail lebih pada gambar seperti tekstur pada dinding, lantai, atau langit-langit rumah.

Saat menggabungkan semua elemen, pastikan bahwa gambar terlihat seimbang dan tampak baik secara visual. Perhatikan juga proporsi dan penempatan elemen-elemen pada gambar agar tidak terlihat terlalu penuh atau terlalu kosong.

Terakhir, berikan tanda tangan pada gambar sebagai tanda bahwa gambar tersebut adalah hasil karya Anda. Tanda tangan dapat diletakkan di sudut gambar atau di bagian bawah gambar dengan menggunakan pensil atau spidol yang lebih gelap.

Setelah semua langkah selesai, Anda telah berhasil menggambar rumah dengan baik dan benar.