cara membuat tempe

1. Persiapan Bahan-bahan

Sebelum memulai proses pembuatan tempe, ada beberapa bahan yang harus Anda persiapkan terlebih dahulu. Bahan-bahan yang diperlukan antara lain:

a. Kedelai: Pilih kedelai yang masih segar dan berkualitas baik. Ambil sekitar 1 kg kedelai yang telah dibersihkan dari kotoran dan kulitnya.

b. Rhizopus Oligosporus: Ini adalah jenis kapang yang akan digunakan untuk mengolah kedelai menjadi tempe. Anda bisa membeli starter tempe yang sudah jadi di toko bahan makanan.

c. Air Bersih: Siapkan air bersih secukupnya untuk membantu proses fermentasi.

d. Wadah Tidak Rongga: Cari wadah yang tahan panas dan steril, seperti baskom atau wadah plastik yang telah dibersihkan dengan benar.

2. Penggilingan Kedelai

Langkah pertama dalam pembuatan tempe adalah menggiling kedelai. Caranya cukup sederhana, yaitu:

a. Pertama-tama, rendam kedelai yang telah dibersihkan dalam air bersih selama minimal 6 jam. Hal ini bertujuan untuk melunakkan biji kedelai dan mempermudah proses penggilingan.

b. Setelah kedelai direndam, tiriskan airnya dan keringkan kedelai dengan menggunakan kain bersih atau tisu dapur.

c. Setelah itu, masukkan kedelai ke dalam penggilingan dan haluskan sampai menjadi bubur. Anda bisa menggunakan blender atau mesin penggiling.

d. Jika kedelai masih kasar, Anda bisa menambahkan sedikit air bersih untuk memudahkan proses penggilingan.

3. Penambahan Starter Tempe

Setelah kedelai telah halus, saatnya untuk menambahkan starter tempe. Caranya sebagai berikut:

a. Campurkan kedelai halus dengan starter tempe yang telah Anda persiapkan. Pastikan kedua bahan tercampur dengan baik.

b. Aduk rata dengan menggunakan tangan atau sendok kayu yang bersih. Lakukan sampai bahan tercampur merata dan starter tempe terdistribusi secara merata juga.

c. Setelah itu, masukkan campuran kedelai dan starter tempe ke dalam wadah yang telah disiapkan sebelumnya. Pastikan wadah tersebut telah disterilkan agar tempe yang dihasilkan tidak terkontaminasi oleh bakteri atau jenis kapang yang tidak diinginkan.

4. Proses Fermentasi

Setelah campuran kedelai dan starter tempe dimasukkan ke dalam wadah, selanjutnya adalah proses fermentasi. Proses ini memakan waktu beberapa hari, dan berikut adalah langkah-langkahnya:

a. Tutup wadah dengan kain atau plastik yang bersih. Hal ini bertujuan agar udara bisa masuk dan proses fermentasi dapat berlangsung dengan baik.

b. Letakkan wadah di tempat yang hangat dengan suhu sekitar 25-30 derajat Celsius. Hindari paparan sinar matahari langsung.

c. Biarkan campuran kedelai dan starter tempe mengalami fermentasi selama 24-48 jam. Pada saat ini, proses fermentasi sedang berlangsung dan bakteri yang ada dalam starter tempe sedang merombak struktur kedelai menjadi tempe.

d. Perhatikan aroma tempe yang semakin kuat dan teksturnya yang sudah padat. Jika sudah, proses fermentasi dapat dihentikan dan tempe siap untuk diolah lebih lanjut.

5. Penyimpanan Tempe

Setelah tempe selesai diolah, Anda perlu melakukan proses penyimpanan agar tempe tetap fresh dan awet. Berikut adalah cara menyimpan tempe yang benar:

a. Keluarkan tempe dari wadah dan potong sesuai dengan keinginan Anda.

b. Bungkus tempe dengan menggunakan plastik atau kertas yang bersih dan tahan terhadap lembab.

c. Simpan tempe di dalam kulkas dengan suhu sekitar 2-5 derajat Celsius untuk menjaga kualitasnya.

d. Jika ingin tempe tahan lama, Anda bisa membekukannya dengan cara membekukan tempe dalam freezer. Dalam keadaan beku, tempe dapat bertahan selama beberapa bulan.

6. Keamanan Dalam Pengolahan Tempe

Selama proses pembuatan tempe, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar tempe yang dihasilkan aman untuk dikonsumsi. Beberapa hal tersebut antara lain:

a. Pastikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan tempe bersih dan steril.

b. Jaga kebersihan tangan saat proses pengolahan tempe.

c. Patuhi prinsip-prinsip kebersihan pangan seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah membuat tempe.

d. Perhatikan suhu dan kelembaban selama proses fermentasi untuk menghindari pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.

e. Jangan menggunakan kedelai atau starter tempe yang sudah kadaluwarsa.

f. Setelah selesai mengolah tempe, simpan dengan baik dan jaga kehigienisannya agar tidak terkontaminasi oleh bakteri atau jamur.

g. Saat mengonsumsi tempe, pastikan tempe sudah matang sempurna dan tidak mengandung bakteri berbahaya.

7. Variasi Olahan Tempe

Meskipun tempe dapat dikonsumsi langsung, namun ada berbagai variasi olahan tempe yang bisa Anda coba. Beberapa variasi olahan tempe yang populer di antaranya adalah:

a. Tempe Goreng: Potong tempe menjadi irisan atau kubus, kemudian goreng dengan minyak panas hingga kecokelatan. Tempe goreng biasanya disajikan dengan sambal atau saus khas.

b. Burger Tempe: Gunakan tempe sebagai pengganti daging pada burger. Campurkan tempe dengan bumbu-bumbu dan bahan lainnya, kemudian panggang atau goreng hingga matang.

c. Tempe Mendoan: Isi tempe yang sudah dipotong tipis dengan adonan tepung yang mengandung bumbu rempah-rempah, lalu goreng hingga kecokelatan.

d. Sate Tempe: Potong tempe menjadi dadu, lalu tusuk dengan tusuk sate. Bakar atau panggang hingga matang, dan sajikan dengan saus kacang atau saus sate.

e. Tumis Tempe: Potong tempe menjadi dadu kecil, lalu tumis dengan bumbu-bumbu dan bahan lainnya.

f. Salad Tempe: Potong tempe menjadi irisan tipis, lalu campurkan dengan sayuran segar dan saus salad.

8. Manfaat Konsumsi Tempe

Tempe merupakan makanan yang kaya nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Beberapa manfaat konsumsi tempe antara lain:

a. Sumber Protein: Tempe kaya akan protein nabati yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia. Protein ini penting untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, termasuk otot dan kulit.

b. Sumber Serat: Serat yang terkandung dalam tempe berfungsi untuk menjaga pencernaan tetap sehat, mencegah sembelit, dan mengurangi risiko penyakit usus.

c. Sumber Probiotik: Tempe merupakan makanan yang mengandung bakteri baik atau probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan. Probiotik membantu menjaga keseimbangan mikroflora dalam usus dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

d. Sumber Vitamin dan Mineral: Tempe mengandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin B12, zat besi, kalsium, dan fosfor yang penting untuk menjaga kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.

e. Mencegah Penyakit Jantung: Konsumsi tempe secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit jantung karena mengandung asam lemak tak jenuh yang baik bagi kolesterol.

f. Meningkatkan Energi: Tempe mengandung karbohidrat kompleks yang memberikan energi secara bertahap, sehingga tubuh merasa kenyang dan terjaga energinya lebih lama.

g. Menjaga Kesehatan Tulang: Kandungan kalsium dalam tempe sangat baik untuk menjaga kesehatan tulang dan mencegah osteoporosis pada lanjut usia.

9. Kesimpulan

Tempe adalah makanan tradisional Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Pembuatan tempe sendiri tidak terlalu sulit asalkan Anda mengikuti langkah-langkah yang benar. Dalam proses pembuatan tempe, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar tempe yang dihasilkan aman dan berkualitas baik. Selain itu, tempe juga dapat diolah menjadi berbagai variasi olahan yang lezat dan sehat. Jadi, mari mencoba membuat tempe sendiri di rumah dan nikmati manfaatnya bagi kesehatan dan keluarga.