cara sholat hajat

Pendahuluan

Cara sholat hajat adalah salah satu ibadah sunnah yang dilakukan umat Muslim untuk memohon dan memohonkan sesuatu kepada Allah SWT. Sholat hajat bisa dilakukan dalam berbagai situasi, seperti ketika menghadapi kesulitan, bencana, musibah, atau pun saat ingin menggapai suatu harapan atau keinginan yang baik.

Sholat hajat memiliki tata cara yang khusus dan penting untuk diperhatikan. Dalam artikel ini, akan dijelaskan secara lengkap mengenai cara sholat hajat sesuai dengan ajaran agama Islam.

Persiapan Sebelum Melakukan Sholat Hajat

Sebelum melakukan sholat hajat, ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan, antara lain:

  1. Memiliki niat yang ikhlas semata-mata karena ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memohon pertolongan-Nya.
  2. Memahami tata cara sholat hajat yang benar sesuai dengan ajaran agama Islam.
  3. Mempersiapkan diri secara fisik dengan berwudhu atau mandi wajib terlebih dahulu.
  4. Memastikan tempat sholat yang bersih dan tenang.
  5. Menggunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan adab beribadah.

Setelah melakukan persiapan tersebut, Anda siap untuk melaksanakan sholat hajat dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah SWT.

Langkah-langkah Melakukan Sholat Hajat

Setelah mempersiapkan diri dengan baik, berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan sholat hajat:

1. Niat Sholat Hajat

Sebelum memulai sholat hajat, hendaknya mengucapkan niat dalam hati untuk melaksanakan ibadah ini.

Niat bisa ditujukan sesuai keinginan dan kebutuhan masing-masing, seperti memohon pertolongan Allah dalam menghadapi ujian, mendapatkan pekerjaan, atau melunasi hutang.

Niat harus ikhlas semata-mata karena Allah SWT, tanpa ada maksud selain mendekatkan diri kepada-Nya.

2. Mengangkat Takbiratul Ihram

Setelah berniat, mengangkat takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

Saat mengucapkan takbiratul ihram, mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu, kemudian meletakkan tangan kiri di atas tangan kanan di dada.

Posisi yang benar saat takbiratul ihram adalah berdiri dengan tegap, mata memandang ke tempat sujud, dan kaki rapat.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, membaca doa iftitah sebagai pembuka sholat.

Doa iftitah berisi pujian kepada Allah SWT dan permohonan ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.

Doa iftitah bisa dilafalkan dengan tenang dan tawadhu’.

4. Membaca Surat Al-Fatihah

Setelah membaca doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah sebagai surat pembuka dalam setiap rakaat sholat.

Surat Al-Fatihah merupakan surat yang harus dibaca dalam setiap sholat wajib maupun sunnah.

Di akhir membaca Al-Fatihah, mengucapkan “Amin” dengan khidmat.

5. Membaca Surat Pendek dalam Rakaat Pertama

Setelah membaca Al-Fatihah, membaca surat pendek sebagaimana yang biasa dibaca dalam sholat.

Biasanya, surat pendek yang dibaca di rakaat pertama adalah surat Al-Ikhlas, sedangkan di rakaat kedua adalah surat lainnya.

Membaca surat pendek di rakaat pertama ini merupakan sunnah yang disunnahkan.

6. Rukuk

Setelah membaca surat pendek, melakukan rukuk dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

Posisi yang benar saat rukuk adalah membungkukkan badan dengan tegap, meletakkan tangan di atas lutut, dan bagian-bagian tubuh yang lain dalam posisi yang rapi.

Saat rukuk, membaca dzikir “Subhanallah Rabbiyal ‘Azim” sebanyak tiga kali atau lebih.

7. I’tidal

Setelah rukuk, melakukan i’tidal dengan mengangkat badan dari rukuk dan bersimpuh.

Pada posisi i’tidal, mengucapkan “Sami’Allahu liman hamidah” dengan khidmat.

Selanjutnya, mengucapkan “Rabbana lakal hamd” setelah itu.

8. Sujud

Setelah i’tidal, melakukan sujud dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.

Posisi yang benar saat sujud adalah meletakkan kedua telapak tangan di atas lantai dengan jari-jari yang terbuka, dan menyentuhkan dahi ke lantai.

Saat sujud, membaca dzikir “Subhanallah Rabbiyal ‘Ala” sebanyak tiga kali atau lebih.

9. Duduk Di Antara Dua Sujud

Setelah sujud, melakukan duduk di antara dua sujud dengan posisi yang benar.

Pada duduk ini, tangan kanan diletakkan di atas lutut kanan, sedangkan tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri.

Pada posisi ini, membaca doa “Rabbighfirli” sebanyak satu kali atau lebih.

Tips dan Tuntunan Lengkap Sholat Hajat

Selain langkah-langkah di atas, terdapat beberapa tips dan tuntunan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan sholat hajat, antara lain:

  • Melakukan sholat hajat pada waktu-waktu yang dijualurkan dalam ajaran agama Islam, seperti di waktu malam hari atau setelah sholat sunnah.
  • Berpakaian yang sopan dan bersih saat melakukan sholat hajat.
  • Berkata-kata dalam sholat hajat hanya dzikir dan doa yang dianjurkan.
  • Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berdoa setelah sholat hajat.
  • Memperbanyak ibadah lainnya, seperti sedekah dan puasa sunnah, sebagai penunjang sholat hajat.

Kesimpulan

Dalam artikel ini telah dijelaskan tentang cara sholat hajat yang lengkap dan jelas sesuai dengan ajaran agama Islam.

Sholat hajat merupakan ibadah sunnah yang bisa dilakukan dalam berbagai situasi dan keadaan. Dengan melaksanakan sholat hajat, diharapkan umat Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperoleh pertolongan-Nya.

Penting untuk selalu menjaga kualitas dan kesungguhan dalam melaksanakan sholat hajat, serta mengikuti tuntunan agama yang benar. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi panduan dalam melaksanakan sholat hajat.