close
_90514619_thinkstockphotos-158589182

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menargetkan revitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta, rampung sebelum lima tahun.

Adapun revitalisasi dilakukan untuk memperbaiki infrastruktur serta mengembalikan bentuk bangunan di kawasan Kota Tua seperti sediakala.

“Kami harap (revitalisasi kawasan Kota Tua) enggak sampai lima tahun bisa selesai. Saya enggak mau, ini (revitalisasi Kota Tua) baru selesai 20-30 tahun, 5 tahun harus selesai,” kata Ahok, di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, seperti dikutip Kompas.com, Minggu 16 April 2017.

Ahok mengatakan, salah satu prioritas dalam revitalisasi Kota Tua adalah membersihkan aliran Kali Besar Barat.

Dia merencanakan menjadikan Kali Besar Barat sebagai tempat “nongkrong” baru bagi warga. Air di kali itu akan disaring menjadi bersih dilengkapi dengan taman di sisi kiri dan kanannya.

Revitalisasi Kali Besar Barat termasuk ke dalam Instruksi Gubernur Nomor 101 Tahun 2016 tentang percepatan revitalisasi Kota Tua.

Nantinya, pekerjaan itu juga akan dilanjutkan hingga ke Kali Pakin, Pasar Ikan, Jakarta Utara.

“Termasuk kami akan merapikan Luar Batang hingga Museum Bahari,” kata Ahok.

Penataan Kali Besar Barat itu terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon yang berada di jantung kota Seoul.

Ahok telah mengujicoba teknologi pembersihan kali dari Seoul ke kali di Masjid Istiqlal.

Tapi Ahok mengaku terkendala dalam merevitalisasi kawasan Kota Tua, Jakarta.

Adapun kawasan Kota Tua telah direncanakan direvitalisasi sejak tahun 2012 dan dicanangkan pada tahun 2014. Namun, hingga kini, pelaksanaan revitalisasi belum sempurna.

“Kendalanya (revitalisasi Kota Tua) karena kepemilikan gedung, banyak BUMN-nya (gedung yang dimiliki BUMN),” kata Ahok.

Adapun 17 gedung tua di kawasan Kota Tua merupakan milik BUMN, yang dipegang PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero).

Ahok mengaku sudah meminta percepatan revitalisasi, namun masih terkendala. Bahkan, kata dia, Pemprov DKI Jakarta pernah menyurati Susilo Bambang Yudhoyono yang ketika itu menjabat Presiden.

Harapannya, Pemprov dapat mengelola gedung tersebut.

“Kami sudah surati Pak SBY untuk meminta supaya bagaimana aset ini dikelola oleh kami (Pemprov DKI Jakarta). Tapi enggak dijawab-jawab juga (sama SBY),” kata Ahok.

Selain itu, ada pergantian pucuk kepemimpinan PT Jakarta Old Town Revitalization Corps (JOTRC) sebagai konsorsium penanggung jawab revitalisasi kawasan Kota Tua. Eddy Sambuaga kini menjabat sebagai Managing Director Konsorsium Kota Tua Jakarta.

Ahok mengungkapkan alasan perombakan keanggotan pada konsorsium PT Jakarta Old Town Revitalization Corps (JOTRC) sebagai penanggungjawab revitalisasi kawasan Kota Tua.

Menurut dia, konsorsium itu pernah menyebut bahwa revitalisasi kawasan Kota Tua baru akan rampung pada 20-30 tahun mendatang.

“Saya enggak setuju kalau konsorsium yang dulu ngomong, lemas juga saya dengarnya, dan saya enggak setuju. Katanya, butuh 20-30 tahun beresin Kota Tua, enggak benar ini, kita bisa beresin cepat,” kata Ahok.

Kini, Eddy Sambuaga menjabat sebagai Managing Director Konsorsium Kota Tua. Adapun rencana revitalisasi kawasan Kota Tua sudah direncanakan sejak tahun 2012 dan dicanangkan pada tahun 2014.

Ahok menjelaskan, hambatan dalam revitalisasi Kota Tua adalah mengenai lelang. Kadang-kadang, kata Ahok, konsorsium mendapat kontraktor yang tak mengetahui persoalan seni.

“Soal cat saja, saya kaget setengah mati. Karena dulu kami dikasih sumbang cat tapi enggak boleh, katanya catnya enggak bisa bernafas. Baru kali itu saya ngerti ada catnya enggak bisa bernafas,” kata Ahok.

Hambatan lainnya, ketika akan merevitalisasi kawasan Pasar Ikan. Menurut Ahok, banyak ditemukan situs bersejarah seperti tiang dan pondasi. Kemudian, revitalisasi Kota Tua langsung terhenti.

Selain itu, situs bersejarah juga ditemukan saat akan merevitalisasi Kali Besar Barat.

Ahok mengatakan, seharusnya revitalisasi Kali Besar Barat rampung tahun ini. Air Kali Besar Barat rencananya akan dibuat bening seperti sungai di Korea Selatan.

Revitalisasi Kali Besar Barat diperkirakan akan mengeluarkan biaya hingga Rp 270 miliar dari kewajiban pengembang.

“Ini juga disetop, enggak gerak, karena ketemu tiang atau kolong yang bersejarah. Ini masalah (revitalisasi) Kota Tua memang butuh waktu,” kata Ahok.

Dia menegaskan, revitalisasi Kota Tua harus rampung dalam 5 tahun. Revitalisasi itu meliputi kawasan Sunda Kelapa, Waduk Pluit, Muara Baru, dan Pasar Ikan.

“Kami harus menyiapkan trotoar yang baik sampai ke Jalan Cengkeh, Jalan Tongkol, Museum Bahari, sampai Masjid Luar Batang. Kami juga harus merapikan rumah-rumah di sana,” kata Ahok.

Tags : ahok tentang kawasan kota tuaprogram ahok untuk kawasan kota tua