close
Headline

Cerita Veronica Tan Membangun dan Memberi Nama RPTRA

IMG_20170325_143246

Jakarta- Istri Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, Veronica Tan menceritakan pengalamannya menjadi salah satu perintis pembangunan ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) di Jakarta.

Pengalaman itu diceritakan Veronica saat menjadi pembicara dalam seminar yang digelar Perempuan Peduli Kota Jakarta (PPKJ) di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Selatan, Sabtu (25/3/2017).

Kegiatan itu dihadiri sekitar 400 ibu-ibu PKK dari sejumlah wilayah di Jakarta. Veronica yang hadir sebagai tim penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jakarta memberikan sejumlah penjelasan terkait pentingnya ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) bagi masyarakat.

Veronica merasa heran ada taman bagus di apartemen. Namun, tak banyak ruang terbuka bagi warga Jakarta.

RPTRA, kata Veronica, bisa menjadi wadah masyarakat untuk menyalurkan kegiatan positif. Hal itu yang mendasari Veronica gigih mengembangkan RPTRA di Jakarta.

Veronica mengatakan, awal mula jumlah RPTRA di Jakarta sebanyak enam unit. Enam RPTRA itu dibangun di enam wilayah di Jakarta sebagai pilot project.

Melihat respons yang besar oleh masyarakat, ditambah anggaran yang memadai melalui corporate social responsibilty perusahaan, sebanyak 188 RPTRA telah dibangun secara bertahap. Pihaknya bekerja sama dengan universitas untuk menampung aspirasi warga mengenai desain RPTRA.

“Waktu turun ke bawah kami punya TOR, apa yang diperlukan. Kami ajak mahasiswa turun ke bawah, ketemu dengan tokoh masyarakat, kira-kira mau apa sih anak dan remaja. Ternyata mereka bilang suka main futsal. Ada komunikasi dua arah antara warga,” ujar Veronica.

Veronica juga menjelaskan, memberikan nama RPTRA di taman itu bukan tanpa kendala. Pihaknya harus berembuk dengan warga hingga akhirnya nama RPTRA diambil dengan voting.

“Bahkan sampai harus voting. RPTRA ini ada keterlibatan masyarakat. Ini bentuk partisipasi warga Jakarta,” ujar Veronica.

  • IWayan Mawardi

    RPTRA perlu pengawasan juga, biar bagaimana akan ada orang-orang jahat yang memanfaatkan tempat-tempat ramai untuk melancarkan kegiatannya, termasuk narkoba. CCTV perlu dipasang dan tersambung ke snart city, selain keberadaan polmas (perpolisian masyarakat) di RPTRA.