close

Berkunjung ke Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sutra (Singkatan dari Sunter Agung) Indah 2 ini sebenarnya sudah saya lakukan sebulan lalu. Tepatnya 25 Februari. Tapi ketika itu saya berkunjung ke RPTRA ini, malam hari dalam rangka acara syukuran (Tasyakuran).

Karena malam hari dan acara tasyakuran, saya hanya live di periscope sebentaran saja. Meliput pun, hanya acara tasyakuran saja.

Berniat untuk kembali mengunjungi RPTRA ini, sudah ada. Tapi entah kenapa, belum terwujud. Sampai pada hari Sabtu 18 Maret kemarin, atau tiga pekan setelah kunjungan pertama, saya mendatangi SMP 221. Ada kegiatan seleksi atlet voli.

Setelah mendapat informasi dari Google Maps, ternyata SMP 221 ini berada di Kompleks DKI RW 13 Sunter Agung. Tepatnya di Belakang Mall Sunter dan Pasar Sunter Podomoro. Lah berarti tidak berjauhan dengan RPTRA Sutra Indah 2 ini.

Setelah tiba di SMP 221, ternyata acara seleksi atlet Voli tidak ada. Batal rupanya karena paginya hujan. Karena sudah berada di lokasi yang sama dan berdekatan, saya sekalian saja ke RPTRA. Hore!!

Sampai di RPTRA Sutra Agung 2, saya parkir motor di luar pagar. Masuk RPTRA saya temui signage RPTRA. Sama dengan Signage di RPTRA Bawang Putih dan RPTRA Radar Pembangunan (yang ini belum saya buat blognya).

Di belakang Signage atau Plang RPTRA, ada ampitheater dan lapangan bulutangkis yang berhadap-hadapan dengan gedung serbaguna RPTRA. Di Sebelahnya ada jogging track yang mengelilingi RPTRA. Sama seperti RPTRA lainnya.

Usai mengambil gambar lapangan bulutangkis, ampitheater dan jogging track, saya mengambil gambar sarana permainan anak. Saya lihat ada bola besar dan ayunan dicat berwarna-warni. Tidak hanya itu, ada juga sarana bermain anak khas RPTRA yang dibangun menggunakan APBD.

Sarana bermain anak ini, terintegrasi dan terbuat dari kayu. Dasarnya dari pasir. Persis sama dengan di RPTRA Bawang Putih. Jadi anak-anak tidak perlu dikhawatirkan akan terluka kalau jatuh kalau dasarnya terbuat dari kon atau peaving block.

Sarana permainan anak-anak yang dicat berwarna-warni ini, sudah ada sebelum dibangun RPTRA karena sebelumnya ada taman dengan sarana bermain ini. Taman tersebut kemudian berubah menjadi RPTRA.

Setelah itu, saya menuju ke ruang serbaguna. Menemui pengelola itu adalah standard. Di gedung serbaguna, saya bertemu mbak Rina. Eh ternyata saya sudah pernah bertemu dengan mbak Rina di RPTRA Sungai Bambu.

Di Gedung Serbaguna, terutama bagian aulanya, anak-anak sedang ramai bermain. Ada sekitar 20-an anak mungkin yang bermain. Saya melihat ada permainan anak dari plastik seperti perosotan.

“Ini sumbangan dari warga”

“Wah ini sumbangan warga?”

“Hiasan-hiasan ini juga dari warga”

Mbak Rina kemudian menunjuk ke hiasan yang tergantung berupa balon berbentuk hati, kapal, dan balon bertulisan “RPTRA Sutra Indah 2”. Sudah pasti saya langsung ambil gambar.

Ketika di Ruang Serbaguna, saya melihat seorang oma, duduk di kursi roda, bersama dengan perawatnya, yang sedang bersantai di sebelah gedung serbaguna. Saya kemudian menghampiri. Mengambil foto dan mewawancarai.

Sudah pasti saya tidak lupa untuk menyapa dulu.

“Selamat sore oma”

Sapaan saya kemudian disambut dengan senyuman oma. Oma tidak bisa berbicara, saya memaklumi. Tapi perawat yang bersama dengan oma mengatakan, bahwa setiap hari oma datang ke RPTRA untuk bersantai.

Nah ini dia! RPTRA ternyata bukan hanya untuk anak-anak saja!

Saya kemudian ajak berkeliling Mbak Rina. Tujuan pertama, ruang perpustakaan. Di ruang perpustakaan saya melihat ada buku (ya iyalaah namanya juga perpustakaan). Tapi yang menarik adalah rumah barbie atau rumah boneka ada di ruang perpustakaan. Dan rumah Barbie ini, ternyata adalaaah sumbangan warga juga.

Di Ruang Perpustakaan juga ada boneka. Untuk menjadi permainan anak-anak. Sekali lagi mbak Rina bilang ini adalah sumbangan warga.

Rina juga menunjukkan hiasan gantungan berupa burung yang terbuat dari kertas. Hiasan ini hasil kreatifitas anak-anak yang bermain di RPTRA. Wawwww!

Tidak hanya itu, di ruang perpustakaan, juga ada lukisan dan gambar hasil karya anak-anak yang datang di RPTRA dengan dibimbing oleh pengelola RPTRA. Makin kagum saya. Banyak hasil kreatifitas anak-anak di RPTRA ini.

Ditemani mbak Rina, saya kemudian berkeliling ke bagian belakang RPTRA. Saya melihat PKK Mart yang belum berfungsi (nantinya akan diisi), Ruang Pengelola RPTRA, Kolam Gizi, dan toilet.

Yang menarik perhatian saya, adalah di bagian belakang RPTRA, di temboknya, ada hiasan caterpillar. Rina menjelaskan hiasan caterpillar ini ada fungsi edukasinya. Badan Caterpillar terdiri dari nama hari dan gambar buah.

Ternyata ini untuk seperti jadwal makin buah untuk anak-anak.

Ketika berada di wastafel, mbak Rina menunjukkan hiasan berbentuk laba-laba yang digantung. ternyta tidak hanya di aula serbaguna yang ada hiasan unik. Di wastafel pun ada. Hiasan ini dibuat dari botol air mineral bekas.

Setelah dari wastafel dan toilet (untuk mengambil gambar, saya kembali ke Aula. Mau bersantai dulu. Melewati ruang laktasi, Rina mengatakan belum lengkap isinya. Saya pun mengatakan bahwa nanti akan diisi oleh UKPD terkait, menunggu anggaran turun untuk pengadaan perlengkapan ruang laktasi.

Kembali ke aula serbaguna, saya melihat anak-anak sedang diajari senam skipping oleh seorang ibu-ibu. Rupanya setiap hari sabtu, anak-anak ini diajari senam skipping.

Usai foto-foto anak-anak yang senam skipping, saya kemudian pamit pulang. Ada acara lain di Tanjung Priok.

Yang terbayang-bayang dalam pikiran saya sampai saya menulis cerita ini adalah, keunikan RPTRA ini ada di hiasan unik hasil kreatifitas pengelola dan anak-anak.

Tags : RPTRASutra Indah II