close
IMG_6171

Jakarta – Calon gubernur nomor pemilihan nomer urut dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meminta kasus meninggalnya Nenek Hindun binti Raisman tak lagi dibesar-besarkan oleh media karena memalukan bangsa Indonesia.

“(Kasus) ini adalah hal yang memalukan buat bangsa kita, enggak usah cerita-cerita lagi lah. Yang penting sekarang kita doakan supaya almarhumah dilapangkan jalan kuburnya,” kata Ahok saat melayat ke rumah nenek Hindun binti Raisman seperti dikutip Kompas.com, Senin 13 Maret 2017.

Nenek Hindun merupakan warga Jalan Karet Karya, Setiabudi, Jakarta Selatan. Adapun informasi mengenai Hindun sempat viral di media sosial karena disebut nenek ini ditolak disalatkan jenazahnya oleh ustaz di masjid karena memilih Ahok-Djarot di putaran pertama pilkada DKI.

Saat datang ke rumah nenek Hindun, pria yang akrab disapa Ahok itu datang mengenakan kemeja putih bermotif kotak-kotak berwarna biru.

Ahok tiba di lokasi sekitar pukul 09.15 Senin pagi dan sempat menyapa warga sekitar sebelum dia tiba di rumah Hindun.

Setibanya di rumah Hindun, Ahok tampak langsung duduk bersila di lantai dan berbincang dengan anggota keluarga almarhumah.

Tak terdengar jelas apa yang dibicarakan Ahok dengan anggota keluarga Hindun. Kunjungan Ahok ke rumah Hindun hanya sekitar 30 menit.

Rencananya, calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Djarot Saiful Hidayat, juga akan menghadiri tahlilan tujuh hari meninggalnya Hindun pada Senin malam.

Setelah melayat ke rumah Hindun, Ahok mendoakan agar almarhumah nenek berusia 78 tahun itu diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya kira sudahlah kita ikuti ajaran agama saja yang benar, jangan dipolitisir. Teman teman media juga jangan tulis lagi (berita mengenai meninggalnya Hindun), tutup saja kasus ini,” kata Ahok, di Jalan Karet Karya, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin pagi.

Saat melayat, Ahok terlihat mengobrol dengan anggota keluarga Hindun. Ahok menjelaskan, anggota keluarga Hindun mengeluhkan mengenai rumah kontrakan yang mereka tempati.

Menurut Ahok, anggota keluarga Hindun mengeluhkan biaya sewa kontrakan yang lebih mahal dibanding sewa unit rumah susun. Hanya saja, Ahok memastikan tak akan merelokasi keluarga Hindun ke rusun.

“Mereka tidak mau juga kalau ditawari (pindah rusun), karena kerjaan (tempat bekerja dengan kontrakan) dekat. Kami berusaha cari lokasi pasar yang mau kami bangunin apartemen di atasnya,” kata Ahok.

Seperti diketahui, jenazah nenek Hindun yang berusia 78 tahun ditelantarkan oleh masyarakat sekitar. Sebabnya, sang nenek yang sudah tak bisa berjalan sejak lama itu memilih Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat saat Pilkada DKI putaran pertama.

Menurut keterangan Neneng, anak nenek Hindun, usai ibunya yang bernama Hindun bin Raisman itu mencoblos Ahok-Djarot, keluarganya menjadi pergunjingan. Neneng adalah putri bungsu Hindun.

“Kami ini semua janda, empat bersaudara perempuan semua, masing-masing suami kami meninggal dunia, kini ditambah omongan orang yang kayak gitu, kami bener-bener dizalimi, apalagi ngurus pemakaman orangtua kami aja susah,” ujar Neneng, anak nenek Hindun, kepada Liputan6.com di kediamannya, Jalan Karet Raya II, Setiabudi, Jakarta Selatan, 10 Maret 2017

Neneng menceritakan kronologi jenazah ibundanya ditolak disalatkan di musala oleh Ustaz Ahmad Syafii. Neneng mengatakan, saat itu dia dan keluarganya ingin agar jenazah Hindun disalatkan di musala.

Namun, ditolak oleh Ustaz Ahmad Syafii lantaran tidak ada orang di musala. Selain itu, tak ada orang yang menggotong jenazah Hindun ke musala, sehingga Ustaz Ahmad Syafii mensalatkan Hindun di rumahnya.

“Alasannya, enggak ada orang yang mau nyalatin (di musala), padahal kami ini anak dan cucunya ramai menyalatkan, tapi memang orang lain (warga lain) cuma empat orang (yang datang ke rumah),” terang Neneng.

Ustaz Ahmad Syafii, yang mensalatkan jenazah Nenek Hindun, menjelaskan duduk persoalan yang kemudian menjadi buah bibir warga tersebut.

“Perkaranya itu bukan karena milih Ahok, bukan enggak disalati, saya yang ngimami, saya yang bantu talqin (melepas arwah orang yang kritis dengan kalimat tauhid) kan 24 jam sebelum Nenek (Hindun) meninggal,” terang Ahmad Syafii di rumahnya, yang persis berada di depan sebuah spanduk penolakan menyalati jenazah pendukung penista agama.

Tags : kasus nenek hindunnnenek hidup tidak disalatkan di musalanenek hindunnenek hindun pilih ahok-djarot
  • RieZ Albaitz

    Mulai dari men-talkin, memandikan, mengafani dan men-sholatkan dari kader pks, ambulance dari gerindra. Rasulallah saja jenazahnya disholatkan dirumahnya.
    Smg Ar Rahiim berikan hidayah pada kita semua

'