close
Siaran Pers

Saudara Satu Marga Ketum FPI Dukung Ahok

IMG_5441
Ilustrasi

Saudara Satu Marga Ketum FPI Dukung Ahok

JAKARTA, 11-1-2017: Tuduhan penistaan agama yang didakwakan kepada Gubernur Petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama sangat membahayakan bagi perkembangan demokrasi di Indonesia mengingatkan unsur politisasinya sangat kuat. Untuk itu, Indonesia harus belajar dari sejumlah di negara-negara Timur Tengah yang hancur karena agama menjadi alat perseteruan bukan alat perdamaian.

Hal ini disampaikan Amin Rasyid Lubis, saudara satu marga dari Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Shobri Lubis, di Jakarta, Rabu (11/1).

Menurut Amin, kasus dugaan penistaan agama yang menjerat Ahok telah diserahkan ke ranah hukum. Sebagai negara hukum, masyarakat wajib menghormati proses hukum yang tengah berjalan. Karena itu, apapun hasilnya kelak, putusan itu wajib dipatuhi oleh siapapun.

“Saya dukung justru kinerjanya karenanya saya merindukan kerja dari Pak Ahok yang betul betul memberdayakan warga Jakarta,” imbuhnya.

Amin Rasyid Lubis yang biasa dipanggil Ucok Lubis mengatakan semua warga Jakarta yang tahu berterima kasih tentu akan merindukan kepemimpinan Ahok. Cagub nomor urut 2 ini telah terbukti memberikan sejumlah bukti hasil kerjanya kepada warga Jakarta.

“Dia sudah memberi bukti dan bukan janji-jani. Dan ini akan menjadi contoh buat pemimpin yang lain nantinya bahwa untuk menjadi pemimpin Pak Ahoklah contoh pemimpin yang baik,” ungkapnya.

Dia menegaskan, persoalan penistaan agama yang didakwakan kepada Basuki sangat kental nuansa politiknya. Untuk itu, warga DKI Jakarta harus mengawal proses ini dengan serius. Hal ini penting agar proses hukum tidak disusupi oleh kepentingan politik kelompok tertentu.

“Jelas sudah di dalam agama yang saya yakini bahwa agamamu agamamu, agamaku agamaku. Dan kita sekarang ini tengah merindukan pemimpin yang baik, dan peduli terhadap warganya,” tegas Ucok.

Dia berharap agar keputusan yang dibuat majelis hakim betul-betul mempertimbangkan fakta hukum dan bukan berdasarkan fakta hukum yang penuh rekayasa. “Pandai pandailah kita berterima kasih dan bersyukur kepada Tuhan karena mendapat pemimpin macam Ahok. Orang ini anugerah dari Tuhan bukan hanya bagi Jakarta akan tetapi untuk Indonesia,” pungkasnya.

Tags : Dukung Ahok