close
djarotdialog

DKI Jakarta merupakan salah satu kota dengan biaya hidup paling tinggi di Indonesia. Hal inilah yang sering menjadi alasan dari para kaum buruh untuk menuntut kenaikan besaran upah minimum regional setiap tahunnya. Besaran upah yang diterima sering kali tidak sebanding dengan kenaikan biaya hidup di Jakarta

 

Selama ini para buruh kerap menyuarakan keinginannya agar upah mereka dinaikkan. Karena itu Buruh sering kali turun ke jalan menyuarakan tuntutannya agar upah mereka dihitung berdasarkan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) di Jakarta. Permasalahannya tuntutan ini sering kali ditolak oleh para pengusaha karena merasa tidak sanggup untuk selalu menaikkan besaran upah di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil

 

Oleh sebab itu untuk menekan biaya hidup para buruh, Basuki Tjahja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat mengeluarkan beberapa kebijakan seperti pemberian subsidi pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan sehari-hari. Di bidang pendidikan, anak-anak dari para buruh diprioritaskan untuk mendapatkan Kartu Jakarta Pintar. Di bidang kesehatan, keluarga buruh diprioritaskan untuk mendapatkan Kartu Jakarta Sehat agar dapat berobat dan dirawat secaragratis. Selain itu keluarga buruh juga diberikan subsidi agar mendapatkan daging sapi murah seharga 35 ribu rupiah dan daging ayam murah seharga 10 ribu rupiah setiap bulannya.

Selain itu Djarot juga mengusulkan agar pemerintah pusat memiliki kebijakan penunjang yang bisa menyejahterakan buruh. Beberapa insentif yang bisa diberikan adalah pembangunan kawasan industri disertai rumah susun bagi para pekerjanya.

 

“Jadi ada kawasan industri, disertakan perumahan untuk para buruhnya. Sehingga biaya hidupnya lebih baik, kebijakan ini juga harusnya dikeluarkan pemerintah pusat,” kata Djarot.

Djarot juga mengungkapkan ia akan memberikan subsidi transportasi dengan menerapkan busway gratis untuk para buruh. Bahkan untuk para buruh yang tinggal di rumah susun, disediakan akses langsung busway dari dan menuju rumah susun.

 

Dengan demikian, para buruh sudah tidak perlu khawatir lagi upah mereka tidak dapat mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Paling tidak seluruh kebutuhan dasar yaitu kesehatan, pendidikan, rumah tinggal, dan pangan telah disubsidi oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Tentunya hal ini akan lebih berguna dibandingkan menaikkan besaran upah akan tetapi biaya kebutuhan hidup juga besar. Nantinya para buruh dapat mengalokasikan sebagian upahnya sebagai tabungan atau untuk kebutuhan sekunder maupun tersier.

Tags : buruhDjarotProgram Ahok Djarot
'