close
Djarot-Saiful-Hidayat

Hutan Beton, idiom yang sudah begitu lama dilekatkan pada Jakarta. Ibukota tercinta memang sarat dengan kegiatan perkantoran, apartemen, hotel dan pusat perbelanjaan sebagai bentuk perkembangan dan perputaran ekonomi. Ekonominya memang sudah maju dan terjamin, tapi masalah lingkungan jangan dilupakan juga doong.

Sejak 2014 lalu, Wakil Gubernur non-aktif Djarot (kala itu masih aktif) mencanangkan program pembangunan RTH (Ruang Terbuka Hijau) di beberapa titik kota. Alasannya jelas, untuk mengurangi polusi dan menyediakan ruang terbuka yang ramah lingkungan. Strategi pembangunannya harus dirancang sedemikian rupa, agar RTH yang dibangun dapat berfungsi secara maksimal.

Strategi yang paling cocok menurut Djarot adalah seleksi ketat dalam pemberian izin pembangunan pusat perbelanjaan, hotel dan gedung-gedung tinggi lainnya. Jumlah gedung yang berlebihan akan merusak resapan air dan kontur tanah, selain itu kadar oksigen pun akan menipis.

Keterbatasan ruang di Jakarta inilah yang menjadi alasan Djarot untuk menyeleksi izin pembangunan lebih detail dan terperinci. “Supaya semua tidak dibangun itu (Gedung-gedung tinggi). Daya dukung Jakarta itu terbatas,” ujar Djarot.

Peningkatan RTH jelas memiliki signifikansi positif dalam menanggulangi banjir dan polusi. Penambahan ruang hijau akan menambah daerah resapan air dan dapat menjadi ‘benteng’ jika sewaktu-waktu banjir melanda. “RTH itu ada kaitannya dengan banjir enggak? Penyangganya kan begitu. Salah satunya kan RTH,” ujar Djarot
Target membuka RTH hingga 30 persen sudah hampir terealisasikan dalam kurun waktu dua tahun ini.

Dapat kita lihat dan rasakan tingkat kehijauan dan keramahan lingkungan di Jakarta semakin meningkat. RTH juga dapat digunakan sebagai area refreshing karena memiliki taman dan arena bermain anak.

Pemprov DKI memiliki tujuan dan harapan perbaikan lingkungan dan interaksi sosial di Jakarta melalui program ini. Secara perlahan dan step by step Pemprov DKI membeli lahan-lahan di beberapa titik untuk diproyeksikan pembangunan RTH.

Inilah alasan utama kenapa Pemprov DKI harus benar-benar selektif dalam memberikan izin pembangunan. “Kita harus selektif lagi pembangunan mal, hotel. Kita harus selektif betul,” tutup Djarot.

Tags : DjarotJakarta Hijau
'