close
djarot umroh

Beberapa bulan terakhir kota Jakarta sedang ramai dengan hiruk-pikuk demokrasi bernama Pilkada. Masa kampanye yang telah berjalan selama tiga bulan ini memang banyak menimbulkan dinamika sosial di masyarakat karena kontestasi pilkada. Saling serang, hasutan, black campaign menjadi makanan sehari-hari masyarakat Jakarta paling tidak hingga dilangsungkannya Pilkada pada 15 Februari 2017.

Menjelang akhir tahun 2016 tensi politik jadi sedikit berkurang karena perayaan natal dan tahun baru. Masyarakat sibuk bepergian untuk liburan merayakan libur natal dan tahun baru. Tak terkecuali bagi calon wakil gubernur petahana Djarot Syaiful Hidayat. Akhir tahun 2016 dirayakan oleh Djarot dengan pergi umrah bersama istri dan anak-anaknya. Tujuannya untuk beribadah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendoakan kedamaian di Jakarta khususnya pada masa-masa menjelang pilkada seperti sekarang ini.

“Kita sekeluarga ingin umrah karena kesempatan lagi cuti, tidak mengganggu tugas-tugas di kantor. Tujuan kita utama ya berdoa, introspeksi diri evaluasi, muhasabah. Kan ada hablu minallah (hubungan dengan Allah) dan hablu minannaas (hubungan dengan manusia-red), dengan cara seperti ini kami berdoa di sana agar Jakarta, Indonesia diberi keamanan, kenyamanan dan toleransi seluruh antar warga negara,” tutur Djarot.
Untuk menjaga kekhusyukan ibadah, Djarot mengatakan ia akan mematikan semua gadget yang ia miliki. Djarot dan keluarga akan melakukan umrah hingga tanggal 2 Januari 2017.

Djarot sendiri mengatakan ia memiliki doa khusus untuk warga Jakarta dan Basuki Tjahja Purnama. Pasalnya menurut ia mulai khawatir dengan ancaman bahaya media sosial yang dinilai bisa memecah belah rakyat Indonesia. Setiap orang bisa dengan mudah menyampaikan ujaran kebencian tanpa ada fakta yang jelas.

“Saya doakan yang terbaik untuk Jakarta dan Indonesia. Apalagi sekarang ini kita semakin prihatin dan geregetan di media sosial yang saling menghujat dan menghina,” kata Djarot.

Langkah Djarot untuk pergi umrah mengingatkan kita tentang pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Meskipun sedang disibukkan dengan kampanye pilkada, Djarot memilih menghabiskan cutinya untuk beribadah dan mendoakan keselamatan warga Jakarta.  Hal ini memberikan kita ketauladanan bahwa pemimpin harus memiliki hubungan yang dekat dengan Allah agar seorang pemimpin selalu ingat juga akan tugasnya sebagai makhluk di bumi yaitu sebagai khalifah (pemimpin) dan sebagai abdullah (hamba Allah).

Reza Febriana

http://www.kompasiana.com/rezafebri/muhasabah-djarot-untuk-jakarta_58605b215c7b612159831066

Tags : DjarotIslam