close
Tulisan

Ayolah Umat Islam Jangan Mau Dimanfaatkan Terus oleh Politisi Busuk

islam
Sumber Foto: media.gettyimages.com

Islam adalah agama yang paling sempurna, dari kesempurnaan itu Rasullullah pun seorang yang lemah lembut, penyayang dan penuh kasih,

ketika ada pengemis buta Yahudi yang selalu menghina Rasullulah, Rasul pun dengan kelembutan nya dengan ketulusan nya menyuapi makan setiap hari pengemis buta itu sampai Rasullulah wafat, pengemis buta itupun baru sadar bahwa yang menyuapi adalah Rasulullah

Ketika Rasullulah dihina oleh Orang Quraish Rasulullah memilih diam dan memaafkan orang orang yang menghina nya

Mengapa kita tidak mengikuti sifat sifat Rasulullah, mengikuti bukan hanya penampilan nya, tapi harus seiring dengan sifat lembut dan penyayangnya

Islam itu indah, Islam itu sejuk, mengapa hari hari ini Islam penuh dengan cacian dari pemeluknya penuh dengan kebencian, penuh dengan amarah?

Saya seorang yang sangat cetek dalam Islam dan terus belajar sampai hari ini, namun kenapa kita selalu terprovokasi untuk membenci etnis, agama lain yang juga sesama manusia makhluk ciptaan Gusti Allah

Kafir juga ciptaan Gusti Allah, dan dengan nama Islam ada yang merasa membela agama Allah dengan kemarahan?

Bukankah Islam itu penuh dengan ilmu?
Orang Muslim seharusnya bisa melihat, apakah kemarahan kita ini dimanfaatkan?
Bukan kah yang suka menghasut untuk berbuat kekerasan adalah syaiton?

Kenapa kita tidak berfikir? Bahwa dengan marah kita dengan cacian kita malah menghancurkan nilai Islam itu sendiri?

Lalu dengan kemarahan, menghancurkan , ujaran kebencian kita atas nama membela agama, agama kita semakin hebat? Apakah Gusti Allah yang maha segalanya harus dibela? Atau kalian masih ragu dengan kekuatan Gusti Allah sehingga harus membela?

Ayolah kita sadar, jika kita dimanfaatkan terus oleh politikus busuk, menggerakkan kita dengan janji syahid?

Allahuakbar, ayolah kita berfikir rasional jangan terus umat Islam berdarah darah dan yang memanfaatkan kita mendapatkan kekuasaan karena memanfaatkan kemarahan kita?

Islam harus terus menuju kemajuan bukanya konservatif, sudah banyak negara Islam yang hancur karena paham yang salah, di doktrin kekerasan, seperti ISIS. Apakah Suriah semakin baik? Apakah tingkah polah ISIS membuat Islam menjadi lebih baik? Nauzubillah min dzalik.

Semoga Islam di Indonesia yang sangat toleran tidak hancur oleh umatnya sendiriapalagi karena kepentingan politik. Tabbayun tabbayun tabbayun.

Apakah orang yang berniat menista Agama membangun mesjid besar untuk kita, membangun mesjid pertama kali di Ibu kota, mengumrohkan Marbot mesjid, menggaji guru ngaji, menggratiskan Madrasah, memberikan beasiswa untuk Santri?
Apakah Ahok berniat menista Agama?
Atau memang kalian tidak ingin membuka hati untuk melihat apa yang dilakukan Ahok untuk islam?

Ataukah memang diajarkan untuk Intoleran, dan sebelum ada kasus ini sudah membenci kafir? Atau etnis lain?

Belajar memaafkan itu lebih baik dan merupakan sebuah kewajiban bagi yang beriman.

“Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.” – (QS. An-Nisa:149)

“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS As-Syura :63)

“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” – (QS. Al-Baqarah : 263)

“Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” – (QS. Al-A’raf : 199)

Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti , niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku sunnah (hukum) orang-orang dahulu .” (QS Al-Anfal:38)

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Anfal:61).

Oleh: Martayudha Pratama

Tags : Islam Damai