close
Tulisan

Emmy Hafild Komentari Pernyataan Aa Gym di ILC

Emmy Hafild
Sumber Foto: photo.sindonews.com

Saya sebenarnya tidak mau berkomentar soal kasus penistaan agama di laman ini. Saya bukan ahli agama dan buat saya itu nggak penting-penting amat. Tapi kali ini saya merasa harus menulis tentang komentar AaGym tadi malam di ILC yg saya amati videonya pagi ini.

Pernyataan AAGym pada acara ILC tanggal 8 November itu bahaya sekali karena dinyatakan dengan halus dan sopan, pakai rasa, tapi sebenarnya menyesatkan. Saya memberanikan diri menulis ini bukan karena saya sebagai pendukung Ahok khawatir Ahok kalah, tetapi sebagai umat Islam yang sangat awam yang merasa terusik dengan nuansa yg dipakai oleh Aa Gym dalam pernyataanya kemarin. Ilmu keIslaman saya cetek sekali, tetapi berusaha mengerti berdasarkan logika mengapa kasus ini meledak seperti ini. Saya melihat mengamati video Ahok yg dihebohkan itu sepanjang satu jam lebih dari awal sampai akhir sebelum ada postingan Buni Yani yang kemudian heboh itu.

Begini logika saya yg bodoh soal agama ini:
1. Bahwa larangan Al Qur’an makan babi ayat 3 disamakan dengan ayat 51, itu seperti membandingkan jambu dengan mangga. Yg satu namanya perintah yg tidak bisa ditafsirkan seperti shalat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, naik haji dsb atau larangan membunuh, mencuri (ada 10 larangan yg masuk dalam dosa besar). Yg satu (Al Maidah 51) ayat yg pelaksanaannya memerlukan tafsir ( karena diturunkan dalam konteks perang). Ini sama misalnya dengan :pencuri dipotong tangannya atau pembunuh harus dibunuh. Perintah ini tidak dilaksanakan di semua masyarakat Islam, hanya diterapkan di Arab Saudi.
Artinya apa? Ada tafsir yg berbeda untuk ayat tersebut. Sama seperti Al Maidah 51 tidak semua ulama menafsirkan sama, perbedaan penafsiran itu dapat terjadi, seperti sekarang. Oleh karena itu ada pemimpin yg beragama lain dipilih, diangkat atau ditunjuk oleh masyarakat yang mayoritas Islam. Itu sah saja. Tapi kalau soal larangan makan babi, pasti dilaksanakan di seluruh masyarakat Islam. Kok dibandingkan sih?

2. Dia membandingkan pernyataan Ahok sebagai pedagang yg jualan daging babi melarang orang percaya dengan ayat Al Qur’an supaya jualan babinya laku. Menurut dia: konteks Ahok menyatakan jangan mau dibohongi pakai ayat Al Maidah 51, adalah supaya masyarakat tetap memilih dia. Padahal konteksnya justru berbeda, yg dinyatakan Ahok kira-kira: “bapak ibu jangan ragu -ragu untuk menerima bantuan ini karena dalam hati nggak mau milih saya karena dalam hati kecil bapak ibu, percaya kepada orang-orang yang membohongi pakai ayat Al Maidah 51, terus jadinya ragu-ragu untuk terima bantuan ini. Kalaupun bapak ibu tidak milih saya tidak apa-apa, terima saja bantuan ini, karena walaupun saya tidak terpilih, saya tetap jadi Gubernur sampai Oktober tahun depan. Jadi ibu jangan ragu-ragu ya, terima saja”.
Konteks yg diceritakan Aa Gym itu sangat berbeda (beli daging babi dianalogikan sebagai milih Ahok) dengan konteks Ahok yang mengatakan tidak milih dia pun tidak apa-apa, terima saja bantuannya (analoginya nggak beli daging babi dari saya karena percaya kepada orang-orang yang membohongi pakai ayat Al Maidah 51, nggak apa-apa) . Memang lebih baik kalau Ahok tidak menyinggung soal Ayat 51, itu sudah cantik deh. Tapi pernyataan sudah keluar dan dia sudah minta maaf. Menyatakan konteks pernyataan Ahok sebagai pedagang babi itu menurut saya yang bodoh ini justru menyesatkan umat. Ahok berbicara itu tidak dalam rangka agar dia dipilih kembali tapi dalam rangka agar masyarakat tidak ragu-ragu menerima program Gubernur walaupun mereka tidak memilih dia. Itu seperti siang dan malam bedanya, bagi yg melihat video komplit.

3. AA Gym seolah mengatakan toleransi beragama tapi sebenarnya tidak seperti perkataannya: “semua orang berada di kotaknya, jangan keluar dari kotak masing-masing”. Jadi posisi dia sebenarnya masyarakat yg terkotak-kotak. Jadi kalau saya bilang kepada umat Katholik: ” mau saja dibohongi kalau pastor itu selibat, mana bisa manusia selibat, itu kan alami, makanya ada skandal seks di lingkungan gereja..” menurut AaGym nggak boleh saya bicara seperti itu. Karena saya tidak boleh keluar dari kotak saya. Saya orang Islam tidak boleh mengomentari orang Katholik. Padahal saya sering sekali ngobrol dengan teman-teman saya orang Katholik soal itu, secara serius atau becanda karena saya sekolah di SMA Katholik. Di mata saya yang bodoh ini, masalah toleransi di masyarakat yang majemuk adalah masalah kuping tebal dan kebesaran hati bukan masalah kuping tipis dan cepat tersinggung.

4. Dia bilang mau minta keadilan tapi menekankan adil yang dimaksud itu adalah yang sesuai dengan keinginannya: Ahok dihukum dan dipenjarakan ( disuarakan dalam demo bukan oleh AaGym di ILC). Dan menyatakan Presiden tidak bereaksi atas permintaan adil itu. Oleh karena itu demonstrasi dilakukan untuk meminta keadilan ditegakkan ( tangkap dan hukum Ahok). Ini bahaya, karena mendiktekan hasil akhir dari proses hukum. Kalau hasil akhir proses hukum Ahok dinyatakan tidak bersalah, lalu apa? Presiden intervensi? Hukum tidak adil?
Ini bahaya besar kalau di negara demokrasi, hukum didikte oleh tekanan massa menurut kaca mata sekelompok orang.

5. Fakta bahwa Ahok sudah minta maaf tidak dibahas sama sekali oleh Aa Gym. Apakah orang Islam itu pendendam? . Padahal ada beberapa ayat dalam Al Qur’an tentang maaf, sabar, menahan amarah, dan bahwa Allah memberikan penghargaan dan pengampunan apabila umatnya dapat memaafkan, karena hanya Allah yg menentukan kesalahan seseorang. Allah Maha Pengasih lagi Penyayang. Itulah dasar dar Islam Rahamatan lil Alamin.

6. Saya juga bingung, kenapa AaGym dan ulama-ulama itu, tidak memobilisasi umatnya untuk menentang korupsi? Katanya sumbangan datang datang dari mana-mana sampai berlebihan, bingung duitnya mau dipakai apa. Kalau memang mempunyai kekuatan memobilisasi massa ( katanya kalau tidak ditahan ada 10 ribu yg mau ikut) kenapa tidak memobilisasi massa untuk gerakan anti korupsi? Karena sebagai orang Islam di negara yg populasi Muslimnya di satu negara terbesar di dunia, saya malu, kok Indonesia salah satu negara terkorup di dunia. Saya merindukan ratusan ribu umat Islam turun ke jalan meminta Presiden Jokowi untuk memberantas korupsi. Akhirnya saya yg bodoh ini bertanya ada apa sih dengan penceramah agama ( yg kemudian ngaku ulama) di Indonesia?

Omongan Aa Gym dilakukan secara halus dan sopan tapi implikasinya sama saja dengan Rizieq: penistaan agama, hukum Ahok dan jatuhkan Jokowi kalau tidak menghukum Ahok, dalam konteks Pilkada. Nggak ada urusannya dengan kemaslahatan umat. Tidak mencerminkan Islam yg Rahmatan lil Alamin.
Bahaya besar ….

Tags : Emmy HafildILC
  • Green Santri

    Menurut saya begini Mbak Emmy, memang sulit. Yang paling tau apa niat Ahok menyebut-nyebut surat al-Maidah 51 ketika itu ya hanya Ahok sendiri dan Tuhan yang maha mengetahui isi hati. Persis seperti yang dikatakan oleh Nusron Wahid yang menghebohkan itu. Sebagai seorang peneliti yang sering berurusan dengan data kualitatif (termasuk menguak maksud atau niat seorang speaker atau writer dalam sebuat text yang dia buat), di sini saya ingin berbagi pengetahuan sedikit.

    Meski sayapun sependapat bahwa hanya Ahok dan Tuhan yang paling tau niat Ahok yang sebenarnya, tapi setidaknya ada prinsip dasar dalam qualitative research aliran non-positivism ketika menginterpretasikan kata-kata. Pendekatan ini disebut Interpretivism, dimana sumbangan ilmu Hermeneutika begitu besar di sana. Prinsip dasar tsb adalah:

    1. Speaker speaks for a reason (berarti, pasti ada alasan seseorang berbicara)
    2. He/she has a motive for saying it – thus, every piece of a statement has a purpose (berarti, pasti ada motif seseorang mengatakan itu)
    3. The purpose of a text is simply the speaker’s reason for saying it – (dengan demikian, maksud sebuah kalimat tidak lain adalah sama dengan alasan si pembicara mengatakannya)

    Pada umumnya ada 5 kategori maksud/niat seseorang berbicara:
    1. To entertain
    2. To inform
    3. To instruct
    4. To explain
    5. To persuade

    Nah, bagaimana caranya menentukan apa niat si pembicara mengatakan sesuatu? Caranya begini:
    1. Apakah dia sedang cerita yang lucu2 – kalau ya, berarti niatnya untuk menghibur (to entertain)
    2. Apakah dia sedang menunjukkan fakta2 – kalo ya, berarti niatnya menginformasikan (to inform)
    3. Apakah dia berbicara ttg langkah2 sebuah pekerjaan – kalo ya, berarti niatnya menginstruksikan (to instruct)
    4. Apakah dia menceritakan suatu kesuksesan/kegagalan sebuah pekerjaan? – kalo ya, berarti niatnya menjelaskan (to explain)
    5. Apakah dia berusaha mengubah keyakinan atau pandangan pendengar akan suatu hal, atau juga mendorong pendengar untuk melakukan/ atau sebaliknya meledek pendengar untuk tidak melakukan, suatu tindakan? – kalo ya, berarti niatnya untuk membujuk (to persuade).

    Menurut saya, Ahok masuk kategori nomer 5, sedangkan yang Mbak Emmy lakukan ketika ngobrol dengan teman2 Katholik di atas adalah salah satu dari 4 yang lain (Mbak tidak sedang persuade, dan konteks Mbak berbicara tidak sama dengan Ahok, dimana dalam konteks pilkada dia sebagai seorang calon). Dengan metode tsb, pertalian antara kalimat Ahok dengan alasan dia mengatakan itu menjadi jelas. Ahok bertujuan membujuk (persuade) pendengarnya untuk jangan menuruti larangan memilih pemimpin non-Muslim yang ada di surat Al-Maidah tsb.

    Nah, persoalannya sekarang adalah: bisakah tindakan Ahok “membujuk” seperti itu dianggap menistakan Quran atau menistakan Islam? Menurut saya, bisa iya – karena setidaknya Ahok telah bersikap ‘lancang’ mencampuri ajaran sebuah agama untuk urusan internal penganut agama itu sendiri, padahal dia bukan termasuk penganutnya. Dengan itu juga dia bermaksud mencemooh para ulama yang memakai ayat tsb untuk mengingatkan umatnya (yang berdampak tidak memilih dia).

    Masalah ini tentu akan berbeda jika Ahok itu seorang Muslim juga. Ini ibarat ada kakak-beradik yang sedang berselisih paham soal pembagian harta warisan dalam sebuah surat waris, tiba-tiba ada seorang tetangga yang kebetulan punya kepentingan (interest) terhadap harta yang sedang dipersoalkan itu masuk, lalu dia ikut2 bicara dan berpendapat soal surat waris itu (dengan tujuan agar kepentingannya tercapai), Kira2 apa yang akan terjadi? Tentu kakak-beradik itu akan marah pada si orang luar yang ‘lancang’ mulut ini, bukan? Demikianlah saya melihat persoalan Ahok dan surat Al-Maidah 51. Ahok, yang bukan Muslim, berniat membujuk pendengar dengan jalan mencemooh pemakaian ayat Quran oleh rival politiknya. Kelancangan itu bisa termasuk tindakan menghina suatu ajaran agama (yang bukan agama dia).

    • LoVeMaTa

      ahok tidak membujuk dia menceritakan yg dia alamin dan dia menjelaskan : Kalaupun bapak ibu tidak milih saya tidak apa-apa, terima saja bantuan ini, karena walaupun saya tidak terpilih, saya tetap jadi Gubernur sampai Oktober tahun depan. Jadi ibu jangan ragu-ragu ya, terima saja”.
      kalau ahok membujuk dia akan berhenti pada kalimat yg berbeda tentunya

    • Agus

      Nulisnya panjang tapi pemahamannya pendek.

      Pertama-tama, analogi ‘kakak-beradik’ yang anda jabarkan itu salah. UUD kita menjamin perlakuan yang sama di atas hukum. Dengan tindakan sama, tidak bisa si A bersalah karena dia agama Kristen dan si B tidak karena dia beragama Islam.

      Kedua, tolong nonton video yang penuh. Hanya Tuhan yang tahu itu karena anda tidak nonton video secara full.

      Terakhir, “Maha Kuasa, hadir sebagai absolut dan kebenaran abadi, tidak ada yang bisa mengancam Allah. Sebagai ar-Rahman(Maha Pengasih) dan ar-Rahim(Maha Penyayang), Allah tidak mengenal musuh.” Kalimat keren ini bukan dari saya, tulisan Gus Dur. Saya kalau pas jamannya Mike Tyson juara dunia bilang: “Saya mau membela kehormatannya Mike Tyson” pasti diketawakan orang. Koq orang2 ini dengan gagahnya ingin membela Allah?

  • atay ruslan abd.

    Ya… begitulah sikap AMBIGUITAS dari kalangan yang mengaku Pemuka Agama dan merasa lebih dekat dengan Sorga. Bahkan seakan-akan dapat memberi tiket kepada umat untuk masuk surga dengan syarat mematuhi apa yang disampaikannya.

  • Budi Handoyo

    AAGym normative. Beliau mengabaikan atmosfir dan suhu politik menjelang pilkada..

    Kalau soal daging babi, saya haqul yakin, Ahok akan melarang orang yg dia tau muslim, untuk beli atau makan daging tsb, seandainya dia hidangkan dlm satu pesta, atau dia pedagang (daging babi)..

  • Gunawan Arief

    Ibu, konteks pemimpin atau babi dsb itu sama2 perintah. Kadarnya berbeda kan sesuai kondisi bu. Babi bisa jadi “halal” jika dalam kondisi tertentu. Al Maidah 51 pun bisa tidak berlaku di kondisi tertentu ( misal di negara mayoritas non muslim ).

    “Kotak2” makanya jgn campuri kotak org lain. Sampai ikut menafsirkan kitab suci org lain. Kenapa gak bawa kitab suci sendiri??

    Islam pemaaf kok bu tapi ahok ini kepergok, ada kamera. Makanya harus melalui proses hukum walaupun di maafkan. Klw ente kepergok, walaupun tobat, hukum tetap jalan.

    Soal korupsi dan lain2. Kalau ibu merasa itu hal penting, silahkan ibu mobilisasi hal tersebut.. gak usah sangkut pautkan ama hal ini.

    Dari awal kan ibunya bilang kalau ibu bukan ahli agama, yasudah serahkan ke ahlinya. Lagian ibu bilang nggak penting2 amat tapi nulisnya panjang amat bu.

    Coba cek masakannya bu, udah mateng belum??

    • ophik rif

      berdebat & menafsirkan Al quran tanpa ilmu lebih baik diam ….. klo merasa bukan ahli serahkan kepada ahlinya ibu

    • macchu pichu

      kalo memang islam itu pemaaf, ya maafkan lah si ahok yang memang dia sudah meminta maaf, jadi buktikan itu, daripada cuma bs mengatakan islam itu pemaaf, islam itu damai, mana buktinya?? yg ada malah didemo ribuan orang karena hasutan dan menuntut ahok dihukum… biarlah tuhan yg menghukum ahok bila emang dia salah,.. dan kalo memang benar bahwa islam itu pemaaf… geleng2 kepala liatnya…

      • Muh Chusyairi

        elo coba perkosa ayam, trus elo minta maaf.. beres deh…
        tapi titit lo ya tetep harus dipatok ayam dulu.. biar beneran beres.

        • tri joss

          pikiran ngeres… menampakkan imannya seperti apa

          • Muh Chusyairi

            begitulah ketika manusia habis nalar, begitu mudahnya menghakimi keimanan seseorang..

          • macchu pichu

            bukan kehabisan nalar, coba dipikir dan telaah lagi, perbuatan yg dilakukan harus sesuai dengan hukumannya kan? nah dr contoh yg anda bilang: “elo coba perkosa ayam, trus elo minta maaf.. beres deh…
            tapi titit lo ya tetep harus dipatok ayam dulu.. biar beneran beres.”
            Anda buat contoh ko kaya preman pasar dan ga berpendidikan?? apa ini etika yg diajarkan dlm agama anda?..
            lagipula cth anda ini sudah berbeda sekali dengan kenyataanya, memangnya ahok memperkosa agama anda?? gimana caranya?.. lagipula dia mengatakan oknumnyalah yg memanfaatkan ayat tersebut sbg dalih, bukan yg salah ayatnya.. jadi bila disesuaikan dari kesalahan ahok dengan kata2nya maka hukum saja dia balik dengan makian kata2, cela dan kutuk saja dia sebagai hukumannya.. beres toh?

  • LoVeMaTa

    menurut saya , begitu keluar dari mulut aagym kata hoax hoax itu sudah menunjukkan kebencian sepihak darinya, dan itu tidak pernah ahok lakukan terhadap yg menentangnya, menjelekkannya, menghinanya

    • macchu pichu

      betul, memang kenyataan dan fakta yg ada menunjukkan kebanyakan (walo tidak semua) kaum muslim menjadi fanatik akibat dakwah2 yang sering disalahgunakan oleh berbagai ulama2 yg extrim, teriak2, menghujat, memaki dan bikin panas hati orang…

      • Muh Chusyairi

        taik taik taik

    • Muh Chusyairi

      taik taik taik..

  • Mundori

    Pake hijab dulu mbak, sebelum komentar…

    • macchu pichu

      suka2 dia dong,.. kan adem berkibar2 kena angin…

      • Mundori

        Lah, yg komentarin aja ngaku goblok…

    • tri joss

      umat terus diarahkan bahwa budaya dan adat asli Nusantara dianggap salah dan diganti dengan buadaya/pemikiran/busana dan bahasa Arab (Islam???)

      Sama dengan yg dilakukan kolonial Belanda, dst…

      Umat makin lama makin tidak sadar dan tidak bersyukur… bhwa umat di NKRI adalah warga Nusantara yg memiliki adat dan budaya… Apakah adat dan budaya yg ada itu bukan Rahmat Allah juga ????

      • Mundori

        Umat yg mana nih, ??!!!
        Kalo umat muslim udah jelas bagi wanita harus berhijab…
        Kalo umat yg lain gak tau dah..

  • Green Santri

    Ada yang terlewat dalam komentar saya di bawah tadi. Yaitu soal korupsi di Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim yang Mbak Emmy Hafid singgung di point terakhir.

    Saya tidak tau apakah teman2 aktivis lingkungan di Indonesia seperti Mbak Emmy, terbiasa membaca literature persoalan postcolonial? yaitu tentang problematika negara-negara bekas jajahan, seperti dalam buku terkenal “The White Man’s Burden” karangan William Easterly? Kalau sudah terbiasa, seharusnya Mbak nggak perlu malu, karena banyak sekali penelitian yang justru menunjukkan bahwa korupsi di semua negara Dunia Ketiga alias negara2 bekas jajahan, selalu mempunyai akar sejarah pada penjajahan bangsa-bangsa Eropa dahulu. Penelitian semacam itu justru dilakukan oleh social scientist Barat sendiri. Ini saya beri satu contoh yang bisa Mbak Emmy download untuk membaca riset semacam itu: http://www.gla.ac.uk/media/media_186044_en.pdf

    Di bagian References, temukan literature2 berikut ini, untuk kemudian silakan ditelusuri sendiri agar dibaca bersama teman2 aktivis lingkungan Indonesia supaya tahu dan ter-update persoalan yang satu ini. Hanya dengan mengetahui persoalan ini secara benar, maka Mbak dan teman2 tidak mudah mengalami yang disebut ‘colonization of the mind’ (penjajahan pikiran) melalui diskursus yang berasal, baik dari Western Orientalism, maupun Neo-Colonialism. Dari sana akan ketemu jawaban bahwa sedikit, atau hampir tidak ada hubungan, antara mayoritas Muslim dengan tingkat korupsi yang tinggi, karena pelaku korupsi di Indonesia, meski ber-KTP Muslim, sebagian besar bukan Muslim taat, melainkan yang disebut oleh antropolog Clifford Geertz sebagai “kaum priyayi” dan “kaum abangan”.

    Silakan cari literature ini. Bisa menambah wawasan:
    Lambsdor (2006); Treisman (2000, 2007) ; Mauro (1995); Ades and Di Tella (1997); La Porta et al. (1997, 1998, 1999); Acemoglu et al. (2001); Glaeser et al. (2004); Angeles (2007) ; Angeles and Neanidis (2009); Nunn (2009).

    • macchu pichu

      Tampaknya memang gitu kondisi di Indonesia, dulu dijajah oleh barat, mau ga mau ikutin pola pikir barat, setelah baru merdeka dan masih labil sudah dijajah kembali oleh pemikiran dari arab-ism sono… ohh Indonesia nasibmu kini….

      • Green Santri

        Nah, kalau pendapat seperti ini sangat ‘debatable’, Mas Macchu. Di bagian manakah “Islamism” telah meng-kolonisasi Indonesia? karena seandainya benar demikian, maka sistem ekonomi Indonesia tidak akan seperti sekarang, melainkan sistem yang berkeadilan. Pendapat Anda itu bisa di-challenge oleh riset yang telah dilakukan untuk mengukur Islamicity Index di bawah ini (Index ke-Islam-an sebuah negara):

        Pada tahun 2010 dilakukan pengukuran Economic Islamicity Index pada 208 negara (index yang menunjukkan derajat ke-Islam-an sistem ekonomi sebuah negara). Hasilnya silakan dilihat sendiri di link ini. http://hossein-askari.com/wordpress/wp-content/uploads/islamicity-index.pdf

        Riset serupa terus dilakukan. Yang terakhir tahun 2015 bisa dilihat di sini:
        http://islamicity-index.org/wp/islamicity-rankings/

        Dari situ terlihat, di tahun 2015, derajat Ekonomi Islam paling tinggi ada di Denmark nomer 1; Swiss 2; Belanda 3; Austria 4; Finland 5; Swedia 6; Jerman 7; Canada 8; New Zealand 9; Norway 10; dst.

        Negara mayoritas Muslim tertinggi adalah UAE di nomer 36; Malaysia 38; Bahrain 41; Qatar 42; Oman 44; Kuwait 46; Saudi Arabia 47,……. dan Indonesia nomer 90.

        Di samping ekonomi, Islamicity index juga mengukur sejauh mana prinsip2 Islam dipakai dalam hal hukum, pemerintahan, hak asasi manusia dan hak politik, serta hubungan internasional. Dapat dilihat di link di atas, secara overall (keseluruhan), lima negara dengan Islamicity Index tertinggi di tahun 2015 adalah:

        Belanda nomer 1; Swedia 2; Swiss 3; New Zealand 4; Denmark 5.

        Jadi, negara2 Barat di 10 urutan teratas itu bukan menang Economic Islamicity Index karena banyak orang Islamnya, melainkan karena menerapkan 12 prinsip ekonomi Islam dalam negaranya – termasuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar (minimal) penduduknya.

      • tri joss

        Masuk akal…

        Karena umat terus diarahkan bahwa budaya dan adat asli Nusantara dianggap salah dan diganti dengan buadaya/pemikiran/busana dan bahasa Arab (Islam???)

        Sama dengan yg dilakukan kolonoal Belanda, dst…

        Umat makin lama makin tidak sadar dan tidak bersyukur… bhwa umat di NKRI adalah warga Nusantara yg memiliki adat dan budaya… Apakah adat dan budaya yg ada itu bukan Rahmat Allah juga ????

    • RAM

      Bukan Muslim Taat? Nggak salah? Lihat tuh koruptor yg dicokot KPK, dari politisi DPR, Gubernur hingga Menteri.

  • Roy Indrajaya M

    Kalo kita ngerasa masih cetek & bodoh ya mending ga usah komentar atuh bu.. serem ah nanti jadinya.. Kita belajar aja dulu kalo ngerasa blm ngerti sm yg jauh lbh ngerti.. daripada malah dibilang sok tau..

    • macchu pichu

      @Roy justru sebaliknya orang yang berisi itu lebih rendah hati daripada org yg dangkal pemikirannya. Pernah dengar istilah “Padi menunduk tanda berisi”? tau artinya kan?

      • Muh Chusyairi

        Emmy Hafild mah bukan padi menunduk tanda berisi, tapi “pura2 menunduk biar dikira berisi” 😀 😀 😀 😀

      • Roy Indrajaya M
        • tri joss

          Ada yang salah dengan adat Jawa dan Nusantara Roy ???
          Gak suka adat Jawa / Nusantara jangan tinggal disini.

        • macchu pichu

          lah itukan baju tradisional Indonesia wahh bagus itu.., lalu ada masalah apa?

  • Hans

    Saya setuju bu… sebaiknya kita semua mengaca pada kaca yg besar, semua yg keliatan benar menurut kita, belum tentu benar di mata Tuhan, ngaca apakah kita sudah yg paling benar? Yg paling benar hanyalah Tuhan. Biar lah Tuhan yg menilai, Tuhan itu maha sabar dan sangat pemaaf… Apakah kita sudah bercermin? “Pelacur yg di nilai hina di mata orng2 Tuhan membasuh kakinya n memberikan minyak yg wangi di tubuhnya n memaafkannya”
    Negara kita bukan negara satu agama, tetapi bineka tunggal ika… biar lah kita bisa rangkul satu sama lain. Tolong kita ngaca dulu lah… yg kelihatan baik di mata kita belum tentu baik di mata Tuhan. Biarlah kita saling mendoakan satu sama lain, biarlah Tuhan yg menilai. Apakah kalian sudah benar di mata Tuhan? Sebaiknya kalian tanyakan itu sama Tuhan dan berdoa.

  • kawaii

    Susah bu. Yang sudah diliputi kebencian, dengan kedok apapun akan terasa berusaha menebarkannya. Dan giliran yang berusaha meluruskan pasti kena batunya.

  • hstjkt

    yg pasti….. no banyak cincong…
    yg ada tuh hukum kelompok mereka….
    yg ada tuh aturan negara mereka….
    yg ada tuh pemikiran kelompok mereka yg benar….
    yg ada tuh selain kelompok mereka, sisanya orang kafir semua….
    yg ada tuh aturan main kelompok mereka….

    that’s all….. yg waras tetap waras, yg gak waras tetap gak waras…..

    biarlah yg berdosa tetap berdosa, karena percuma peringatan diberitahukan kepada mereka, sebab Allah sendiri pun telah mengeraskan hati dan pikiran mereka….

    memang sudah ditakdirkan ada kelompok umat-Nya yg harus menjadi kelompok untuk dimasukkan ke dalam neraka….
    mereka tidak sadar telah berada di dalam kelompok tersebut…..

  • Matias Widodo Adyatmadja

    Terima kasih untuk tanggapan yang begitu halus dan bening, sehingga mudah dipahami dan menyejukkan hati pembaca disamping memperdalam pemahaman hidup bersama secara harmonis.

  • Afot Sahri

    pandai berkomentar tak pandai berbuat….🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈🙈

  • PapanyaSarah&Thoriq

    Kalo bingung, komunikasikan aja bu dgn AA Gym. Kalo susah nyarinya, tanya mbah Google aja hehehe..
    ——–
    Apakah aparat pemberantasan korupsi yg sekarang tidak bekerja, sehingga perlu didemo bu?

    • Benito

      Pertanyaan yg sama apa polisi gak bekerja sehingga harus didemo?

  • Wongndeso

    Aa memang pembicara yg hebat. Sindirannya makjleb. Lihat wajah Pak Kapolri dan Pak Panglima TNI saat aa ngomong berasa banget klo itu sindiran. Si aa juga berkali-kali minta omongannya di dengar (memaksa di dengar) dengan pertanyaan-pertanyaan lucu, padahal jelas-jelas menyerang lawan bicaranya, kapolri dan panglima tni. Bicaranya terlihat kalem dan damai tapi muatan bicaranya tegas.
    Klo Al Maidah 51 di terapkan di dunia kerja gmn? Berhenti masal dong?

    Dulu saya pengagum aa tapi sejak kawin 2x, tidak lagi.
    Yg saya ingat dan masih saya pake kata” aa adalah, “klo hati lapang/luas, tidak mudah tersinggung”.
    Sepertinya aa ud lupa dengan kata” ini.

    Sudut pandang tiap” orang terhadap masalah ahok beda”. Tapi klo sudah menilai salah, penjelasan apapun pasti di anggap salah. Apalagi klo sudah di bawa ke politik. Ga heran aa ga di undang ke istana soal 411.

  • Silvi Natasha

    good afternoon . slamat beraktifitas
    numpang promo Berita : https://goo.gl/F4fDuf
    web terpercaya depo wd dijamin cepat. cs online 24 jam
    lngsg saja klik disini : https://goo.gl/sL1upZ
    Thx ya

  • Hidayat

    saya juga bingung dengan pernyatataan emmy hafild,
    1. kenapa mengaitkan korupsi dengan penistaan agama. Aa Gym cuma minta keadilan agar segera ditindak lanjuti laporan dari masyarakat mengenai penistaan Agama yang jalan ditempat.
    2. kenapa harus memobilisasi demo untuk koruptor yang padahal tiap ada korupsi KPK langsung tangkap.
    3. untuk urusan agama memang harus di kotak-kotak karena itu hak hakiki setiap warga yang dilindungi oleh undang-undang. intinya jangan mencampuri ajaran agama lain.

    • tri joss

      Ya… memang pola pikirmu membungungkan Yat…

  • gohadi

    Tidak usah berdebat, yg tidak setuju dg penafsiran Aa Gym juga sudah ada di Al-Quran, Surat Al-Maidah 52 :

    Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya
    (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani),
    seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah
    akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan
    dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa
    yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

    • tri joss

      umat terus diarahkan bahwa budaya dan adat asli Nusantara dianggap salah dan diganti dengan buadaya/pemikiran/busana dan bahasa Arab (Islam???)

      Sama dengan yg dilakukan kolonoal Belanda, dst…

      Umat makin lama makin tidak sadar dan tidak bersyukur… bhwa umat di NKRI adalah warga Nusantara yg memiliki adat dan budaya… Apakah adat dan budaya yg ada itu bukan Rahmat Allah juga ????

      • gohadi

        Untuk melakukan Syariat Islam tidak perlu berganti dg buadaya dan pemikiran arab. Tapi bagi umat Islam wajib hukumnya melaksanakan isi Al Quran tanpa terkecuali. Tidak bisa dipilih dan dipilah sesuka hati.
        Islam ini “rahmatan lil alamin”, berlaku bagi semua umat Islam, bukan hanya di Indonesia saja. Tapi seluruh dunia.

        Apabila masih dipilih dan dipilah sesuka hati, maka tak ubahnya kita seperti orang-orang munafik yg telah disebutkan dalan QS. Al Maidah 52 itu.

  • Rahmat DR

    Ulama yang menghebohkan hingga terjadi demo, menurut saya telah sesat. Jika pun Almaidah 51 berkata tentang jgn mengambil PEMIMPIN, maka konteks bacaan ini pun harus berkehendak menurut Alquran. Kenyataan AHOK bukanlah seorang pemimpin sbagaimana Almaidah 51. Cuma sebagai orang No 1 pelayanan masyarakat di wilayah DKI Jakarta.

  • Anggoro Hoediyanto

    sesungguhnya agamamu tidak memberikanmu HAK untuk menilai/menghakimi
    sesamamu manusia, akan tetapi menjadikanmu memiliki KEWAJIBAN untuk
    menjadi lebih bernilai bagi sesamamu manusia..

  • haryadi

    Bu emmy, saya tidak berhak menjudgment sikap politik anda sebagai pendukung ahok, tapi jika merunut tulisan anda pun, juga sangat tendensius, ini sama berbahaya nya karena orang awam pun langsung dapat menilai bahwa maksud tulisan anda adalah memaksakan untuk membebaskan ahok, jadi kenapa harus menjudgment aa gym? Seolah olah memaksakan untuk memenjarakan ahok, di penghujung statement aa gym pun jelas bahwa kita semua adalah bersaudara dan seterusnya. Terkait dengan ulama menggerakkan demo sy kira anda tidak perlu risau, kami bergerak bukan karena ulama tapi karena hati nurani tergerak otomatis, kalau anda tidak tergerak kami pun juga tidak akan memaksa juga, ini sudah sangat personal dan sangat pribadi menyangkut hati nurani. anda juga galau kenapa ulama tidak mengerahkan masa untuk demo anti korupsi. Saya kira ulama sudah sering menyuarakan itu, mungkin selama ini anda jarang berinteraksi dengan ulama sehingga tidak pernah melihat atau mendengarkan yg disuarakan ulama, dan khusus korupsi neskipun belum sempurna kita sudah memiliki kpk, dan demo korupsi pun juga sudah sering dilakukan miskin tak menonjolkan simbol islam, mereka juga mayoritas orang islam. Akhirnya jika anda telah memaknai bahwa statement aa gym adalah menyesatkan, apakah tulisan panjang anda ini lebih menetramkan saudara anda seiman yang meyakini bahwa tidak sepatutnya menistakan ayat alquran untuk mempertahankan jabatan?

  • tommy

    Kalo gak ngerti seperti ucapan ibu sendiri.. sebaiknya tidak usah omong bu.. drpad salah dan berdosa… sebaiknya ibu hiasi diri ibu dgn agama yg baik.. dikehidupan nyata.. pasti ibu gak suka ketika melakukan sesuatu dikritik oleh org yg tdk berkompeten mis. Oleh OB… ibu ngomong gak mau komentar tapi tetep komentar.. ibu bilang gak ngerti tapi mengkritik sok ngerti… piye iki.. maunya apa bu?

  • Shannie Caryna

    Permisi Promo ya…Agen Poker Indonesia
    Minimal Deposit 10 Ribu
    Bonus Awal 10%
    Bonus To Mingguan 10 JUTA
    Bonus Referral 20%
    Pin BB : 29D0A173
    No Telp/SMS : +85511454156
    Line: AgenPokerMI
    Wechat: AgenPokerMI

  • Norain Sud

    Maunya apa ni si ibu ini, gak ngerti scans tp mengkritik. Gak mau komen tp berkomentar panjang lebar. Waras bu ???

  • Anas

    Ibu Emmy seharusnya sdh benar dngan niat awalnya “Gak Usah Koment”….
    krn mnurut ibu gak penting-penting amat kan..!!!

    “larangan Al Qur’an makan babi ayat 3 disamakan dengan ayat 51, itu seperti membandingkan jambu dengan mangga”

    eem..
    menurut saya “jambu dengan mangga” itu sama-sama buah ya,.
    sedangkan surat Al-maidah ayat 3 dan ayat 51, itu jelas sama-sama larangan kan (karena ada kata “jangan”)..!!!
    ada sebagian umat islam yg jelas-jelas di larang makan daging babi, tetapi tetap memakannya,..
    Berarti itu smua tergantung dari keimanan seseorang’ tapi alangkah baiknya kita sesama umat muslim bisa saling mengingatkan, (hal yg wajar)…

    yg gak wajar’ umat nasrani mengingatkan umat islam dengan ayat-ayat Al-Quran…
    “semoga Allah.SWT memberi hidayah kpd umat nasrani tersebut”

    • ian

      Konteksnya sih bukan nasrani ngingatin islam pakae ayat2, tetapi konteks nya supaya bapak ibu di kep. Seribu tidak ragu menerima bantuan program ahok walaupun tidak memilih dia…
      gitu deh nangkepnya sih say…..maaf jika kliru lho

      • Anas

        betul mas, gak salah penilaian mas ian…
        Tapi tidak spantasnya (tidak wajar) pak Ahok menyebut ayat Al-Quran, apalagi memakai kata “bohong” jelas itu tdk bagus,..

        Apalagi pak ahok tidak beriman kpd Al-Quran,.

    • Mirwadi Zur

      Sy setuju dg kalimat pembuka ibu yg malas berkomentar dan mengaku bodoh ilmu agamanya. Saran saya, mmg ibu lebih baik tdk berkomentar dan mulailah belajar agama agar komen ibu lebih baik dan berwawasan, tdk seperti skrg mengaku bodoh tp tampil dg lagak sok pintar. Kasihan ibu…berhentilah jadi orang bodoh dan berpura-pura pintar ya bu

  • Green Santri

    Nah, kalau pendapat spt itu sangat ‘debatable’, Mas Macchu Pichu . Di bagian manakah “Islamism” telah meng-kolonisasi Indonesia? karena seandainya benar demikian, maka sistem ekonomi Indonesia tidak seperti sekarang, melainkan sistem yang berkeadilan. Pendapat Anda itu bisa di-challenge oleh riset yang telah dilakukan untuk mengukur Islamicity Index (Index ke-Islam-an sebuah negara) sbb:

    Pada tahun 2010 dilakukan pengukuran Economic Islamicity Index pada 208 negara (index yang menunjukkan derajat ke-Islam-an sistem ekonomi sebuah negara). Hasilnya silakan dilihat sendiri di link ini. http://hossein-askari.com/wordpress/wp-content/uploads/islamicity-index.pdf

    Riset serupa terus dilakukan. Yang terakhir tahun 2015 bisa dilihat di sini:
    http://islamicity-index.org/wp/islamicity-rankings/

    Dari situ terlihat, di tahun 2015, derajat Ekonomi Islam paling tinggi ada di Denmark nomer 1; Swiss 2; Belanda 3; Austria 4; Finland 5; Swedia 6; Jerman 7; Canada 8; New Zealand 9; Norway 10; dst.

    Negara mayoritas Muslim tertinggi adalah UAE di nomer 36; Malaysia 38; Bahrain 41; Qatar 42; Oman 44; Kuwait 46; Saudi Arabia 47,……. dan Indonesia nomer 90.

    Di samping ekonomi, Islamicity index juga mengukur sejauh mana prinsip2 Islam dipakai dalam hal hukum, pemerintahan, hak asasi manusia dan hak politik, serta hubungan internasional. Dapat dilihat di link di atas, secara overall (keseluruhan), lima negara dengan Islamicity Index tertinggi di tahun 2015 adalah:

    Belanda nomer 1; Swedia 2; Swiss 3; New Zealand 4; Denmark 5.

    Jadi, negara2 Barat di 10 urutan teratas itu bukan menang Economic Islamicity Index karena banyak orang Islamnya, melainkan karena menerapkan 12 prinsip ekonomi Islam dalam negaranya – termasuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar (minimal) penduduknya. Begitu Mas.

    • ttan2003

      Napa ya, negara Barat malah lebih islami dr negara2 islamnya? Mgkn di negara Barat banyak mesjid dan penganut islamnya ya?

  • Admin

    Yang bahaya itu sebenranya komentar2 macam elu!!! Ahox makin dibenci krn org2 ngeyel macam elu!! Ulama, Ustad, Kyai lu bilang sesat…. nyebur aje lu ke kali……

  • Kita kurang banyak ngaji ilmu fiqih, kebanyakan dengar ilmu agama di jalanan atau sambil ngopi dan ngerokok sumbernya juga bukan dari kitab tapi dari opini. Ngaji fiqih kepada Habib Umar Assegaf, di Majelis Ta’lim Al-Kifahi Ats-Tsaqafi Bukit Duri hari Sabtu mulai pukul 9 banyak siraman fiqih. Yuk kita perdalam dulu fiqih kita agar hubungan kita dengan Allah bener, nanti hubungan dengan manusia ikut benar.

  • Afot Sahri

    epek si ibu terlalu lama ngurusin HUTAN… Ngurusin akidah & keimanannya sdh jelas disebutkan olehnya sendiri “cetek”. Mmmm… Pandainya berkomentar. Di urusin aja sekalian ttg korupsi di hutan sekalian oleh bu sendiri…. Kenapa hutan bisa berubah jd perkebunan kelapa sawit?! Fokus ke bagian masing masing aja deh bu…. Apa ibu sdh bener dan sdh lempeng…🙈🙈🙈

  • Iwan Muhammad Ridwan

    Ibu ini sangat ngga jelas. Para Ulama & Ustadz mengomentari ttg respon pemerintah thd penistaan agama yg dilakukan oleh Ahok, tp Ibu ngga mau komentar ttg penistaan agama. Ya ngga nyambung dong. Sdh jelas ini masalah penistaan agama tp mau komentar di luar konteks. Mikir dong, Bu!!!

  • Charles

    Lalu bagaimana negara ini dengan Pancasilanya bila setiap pemuka agama Hindu mengajarkan agar jangan BERTEMAN atau MENJADIKAN PEMIMPIN ORG2 NON-HINDU? demikian juga dengan setiap pemuka Kristen bila berkotbah menyebarluaskan ajaran seperti itu??

    Tolong berkaca ke negara lain , Presiden Marwan Al-Katiri, Seorang AhluhSunah yg SOLEH turunan Hadramaut Yaman adalah PRESIDEN PERTAMA NEGARA KATOLIK TIMOR LESTE, kalo Pastur2 Timor Leste yg mayoritas KAtolik berkotbah seperti itu apa akan bisa jadi presiden??

    Amerika yg sering dihina2 oleh kaum muslim namun buktinya punya WALIKOTA MUSLIM Mohammed Hameeduddin, yg memimpin Teaneck, Bergen County, New Jersey, AS.

    Coba kalau para pendeta berkotbah seperti itu dan didukung oleh umatnya di Belanda maka Ahmed Aboutaleb tidak mungkin bisa menjadi WALIKOTA ROTTERDAM , coba kalau di Kanada pemuka2 agama non-muslim berkotbah seperti itu maka seorg Muslim seperti Naheed Kurban Nenshi tidak akan jadi WALIKOTA CALGARY ALBERTA CANADA.

    Maaf coba anda2 perhatikan juga FENOMENA TERAKHIR, SAAT RAMAI2 PENGUNGSI MUSLIM DARI IRAK & SYRIA SAMPAI AFGHANSITAN MATI2AN INGIN BER-AULIA KEPADA NEGARA2 BARAT MENCARI PERLINDUNGAN…. KENAPA TIDAK MENGUNGSI DAN BER-“AULIYA” KE NEGARA2 ARAB YG KAYA SAJA ? KENAPA TIDAK MENGUNGSI KE MALAYSIA ATAU INDONESIA SAJA?? JADI BERDOSAKAH PARA PENGUNGSI TERSEBUT?? Ingat bukannya sudah tidak ada pilihan loh! karena para pengungsi bisa memilih untuk datang ke Indonesia, Malaysia atau negara Arab yg kaya!

    Coba anda perhatikan pengungsi2 Timur Tengah yg datang ke Indonesia , macam dari Afghanistan atau bahkan Rohingya TAU GAK MEREKA CUMA MENJADIKAN INDONESIA PERSINGGAHAN DOANG??? MEREKA PENGENNYA DATANG KE NEGARA KAFIR AUSTRALIA DAN NEW ZEALAND SBG TUJUAN AKHIR ???

    Apa bagi kaum non-muslim nanti tidak ada rasa HABIS MANIS SEPAH DIBUANG?? Saat butuh pertolongan DENGAN PENUH KASIH NEGARA2 NON-MUSLIM MENERIMA MUSLIM DG TANGAN TERBUKA..BAHKAN BANYAK DIANTARA IMIGRAN TSB BISA MEMPEROLEH POSISI DAN MENJADI PEMIMPIN DI NEGARA2 NON-MUSLIM.

    Jangan begitulah broo.. PERLAKUKAN KAUM LAIN SEBAGAIMANA ANDA SENDIRI INGIN DIPERLAKUKAN… Tolong punya NURANI lah..

    • Green Santri

      Persoalannya tidak sesederhana itu Mas Charles. Amerika, Canada, Timor Leste, Eropa, dan semua tempat di dunia punya sejarah sendiri-sendiri, yang mana itu telah membentuk konstruksi sosial dan logika sosial yang berbeda satu sama lain. Pendeknya, tidak bisa satu masyarakat dipaksa meniru masyarakat yang lain. Ada persoalan sejarah dan sosiologis yang membuat masyarakat mempunyai karakteristik tertentu.

      Nah, dalam sejarah panjang Indonesia, tercatat marjinalisasi kaum santri (Muslim taat) sejak zaman penjajahan Belanda, dengan titik kulminasi pada Perang Diponegoro dimana Belanda mengambil sebuah pelajaran penting untuk ‘berhati2’ pada kaum santri (Muslim taat) serta mengambil ‘teman’ dalam bekerjasaa ‘kaum ‘priyayi’ dan kaum ‘abangan’. Tipologi itulah yang kemudian dilanjutkan oleh para penguasa setelah Indonesia merdeka. Dengan demikian, yang mendapat kesempatan berpendidikan tinggi, lalu ikut menyelenggarakan negara, adalah kedua kelompok di atas (‘priyayi’ dan ‘abangan’) sambil terus terjadi proses marjinalisasi pada ‘Muslim taat’.

      Di tambah dengan tumbuh-suburnya praktek ‘Ali-Baba’ (yaitu, kolusi antara si ‘Ali’ (birokrat pribumi) dan si ‘Baba’), terbentuklah pada akhirnya penumpukan kekuatan ekonomi (dan belakangan, politik juga) pada kelompok minoritas yang non-Muslim. Latar belakang itulah yang menjelaskan aspek sosiologis di balik ‘grievances’ (ketidak puasan – untuk tidak memakai kata ‘kemarahan’) Muslim taat Indonesia.

      Solusinya bagaimana? Tampaknya hanya ada satu. Yaitu meng-amend konsep demokrasi yang ada, lalu memberdayakan kaum Muslim taat, serta memberi kebebasan mereka untuk menentukan sendiri siapa yang boleh mereka pilih/siapa yang tidak sesuai ajaran agama mereka. Bukankah kebebasan memilih itulah tujuan awal demokrasi? Demikian jugalah untuk umat agama lain, mereka juga boleh memilih atau tidak memilih kriteria tertentu sesuai ajaran agama mereka. Bukankah itu lebih mudah untuk Indonesia?

      • Charles

        Kalo masyarakay muslim ingin BERSIFAT EKSLUSIF KRN TUNTUTAN AGAMA & BUDAYA SDH BEGITU DARI SONONYA…lalu ngapain mas datang berbondong-bondong imigrasi dan bahkan seringkali CARI PERLINDUNGAN ke negara2 kafir?? Bahkan karena SAKING BAIKNYA & POLOSNYA NEGARA2 BARAT bahkan banyak imigran2 tersebut BOLEH JADI PEMIMPIN BAHKAN PRESIDEN (KASUS TIMOR LESTE).

        Kalo alasan ekonomi jelas gak mungkin karena kita semua tahu Negara2 Arab berkelimpahan minyak , para keluarga sheik arab hampir tiap hari nambah koleksi Ferrari .

        Kalau memang tidak suka punya pemimpin non-muslim maka janganlah datang ke negara2 non-muslim bahkan sampai nuntut ingin jadi pemipin dg alasan PersamaanHak Asasi Manusia, padahal kalo anda yg mayoritas keadaan akan jauh berbeda .. ngapain kita tampak baik di muka namun dalam hati tidak suka?

        Tolong DITIMBANG PAKAI HATI NURANI mas… saat Kaum muslim minoritas lemah , dan butuh pertolongan NEGARA2 NON-MUSLIM DG PENUH KASIH MENERIMA KAUM ANDA ,…BAHKAN BUKAN CUMA ITU NEGARA2 NON-MUSLIM BAHKAN MENGANGKAT KAUM MUSLIM YG MINORITAS MENJADI PEMIMPIN.

        Tapi kok saat kaum anda jadi mayoritas perlakuan terhadap kaum non-muslim SANGAT BERBEDA ? …Agama boleh beda mas tapi HATI NURANI SEBAGAI MANUSIA PASTI UMUMNYA SAMA.

        Kalau ada yg memberi susu janganlah balas dengan air tuba… Salam Damai

        • Green Santri

          Kayaknya Anda perlu menambah wawasan nih Mas. Orang Indonesia jangan cuma baca koran Kompas, Jawapos, Detikcom, dan media lokal. Sesekali Anda perlu crosscheck ke sumber internasional, biar nggak “dibohongin pake berita2” untuk tujuan propaganda Islamophobia…hahaha…:-))

          Anda bisa Bahasa Inggris kan? Nih saya kasih contoh link soal pengungsi Syria.

          http://syrianrefugees.eu/

          “According to the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), 4.8 million have fled to Turkey, Lebanon, Jordan, Egypt and Iraq, and 6.6 million are internally displaced within Syria. Meanwhile about one million have requested asylum to Europe. Germany, with more than 300,000 cumulated applications, and Sweden with 100,000, are EU’s top receiving countries”.

          Jadi, di Eropa cuma 1 juta tuh. Sisanya ke negara2 Islam.

          http://www.migrationpolicy.org/research/syrian-refugees-turkey-long-road-ahead

          Turkey now hosts the world’s largest community of Syrians displaced by the ongoing conflict in their country. According to United Nations estimates, Turkey’s Syrian refugee population was more than 1.7 million as of mid-March 2015, and the large unregistered refugee population may mean the true figure is even larger.

          Jadi, Turkey lah penampung terbesar pengungsi Syria – bukan Eropa,

          Nah satu lagi. Anda jangan terlalu naif.
          Kalau Eropa menerima pengungsi, alasannya bukan sekedar karena BAIK HATI, melainkan karena mereka memang perlu imigran. Populasi mereka kekurangan usia produktif untuk tenaga kerja. Benua Eropa makin banyak berisi orang tua. Belum pernah dengar itu yaaa? Nih saya kasih link untuk menambah wawasan Anda:

          http://foreignpolicy.com/2015/08/24/europe-needs-stop-fear-mongering-and-let-migrants-economy/

          https://www.bloomberg.com/view/articles/2015-09-03/europe-doesn-t-have-enough-immigrants

          http://europesworld.org/2015/10/26/the-refugee-crisis-europe-needs-more-migrants-not-fewer/#.WCbodi197IU

          Kasus Timor Leste beda doong. Mar’ie Alkatiri itu kan pejuang.

          Salam damai juga…. (Panggil saya mbak – saya perempuan :-))

          • Charles

            Janganlah Mba MENYEPELEKAN KEBAIKAN HATI SUATU KAUM..Hargailah Kebaikan suatu Kaum Mba…apalagi dg FITNAH seolah Eropa terima karena butuh SAJA.

            Kekurangan Tenaga Kerja? hehehe.. Eropa itu negara maju Mba.. banyak pekerjaan bisa dilakukan dengan ROBOTIK.

            Ngomong2 Mba (yg jago berbahasa Inggris) SUDAH PERNAH KE EROPA BELUM?? asal tahu saja RATA2 PENGANGGURAN ITU ADALAH IMIGRAN DAN KEBANYAKAN ADALAH MUSLIM..Dan sekali lagi SAKING PENUH KASIH & BAIK HATINYA BAngsa Barat bahkan PENGANGGURAN MUSLIM PUN DITANGGUNG NEGARA baik pengobatan maupun perumahan plus biaya2 lain. Dan kita tahu Uang negara adalah hasil keringat setoran para penduduk non-Muslim.

            Kalau Eropa BUTUH pekerja Muslim seperti KLAIM Mbakyu ini lalu kenapa BANYAK PENGGANGGURAN MUSLIM DI EROPA?

            Dan bukan cuma Eropa , Perhatikan Para Pengungsi Rohingya maupun TImur Tengah yg ada di Indonesia contohnya yg nongkrong di Puncak JAwa Barat..mereka pasti bilang tujuan mereka adalah AUSTRALIA dan bukan Indonesia…walaupun PEMERINTAH AUSTRALIA SUDAH KERAP MELARANG.

            Bukan cuma Eropa dan Australia .. tapi para Imigran pun berbondong-bondong ingin ke Amerika (yg katanya sering digembar-gemborkan mush Islam)… kenapa jauh2 ke Amerika Mba yg katanya bermusuhan dg ISlam? Kenapa tidak ke Arab Saudi atau Qatar atau Oman ? atau Indonesia? Amerika sekarang pun angka pengangguran tinggi sehingga kalau bukan karena Partai Republik yg menguasai Senat dan Calon Presiden Trump maka akan ada banjir imigrasi Muslim ke Amerika.

            Sebenarnya kita semua tahu dan sadar baahkan umat muslim sendiri sadar betul bahwa KEADILAN YG TIDAK MEMBEDA2KAN & PENGHARGAAN MARTABAT TERHADAP MANUSIA TANPA MEMBEDA-BEDAKAN AGAMA JUSTRU DIDAPAT OLEH KAUM MUSLIM DI NEGARA2 BARAT.

            Ingat loh!saya tidak hanya menekankan pengungsi tapi juga IMIGRAN MUSLIM..mungkin mba sebaiknya jalan2 ke Eropa untuk ‘membuka wawasan&pikiran’ BETAPA WELAS-ASIHNYA BANGSA BARAT .

            Ok..kalo berbicara ttg ‘pengungsi’ tolong perhatikan refrensi yg mba kutip

            “4.8 million have fled to Turkey, Lebanon, Jordan, Egypt and Iraq, and 6.6 million are internally displaced within Syria”.. ini artinya mereka masih ada dalam kawasan pengungsian di Libanon(negara yg juga masih konflik dan ekonominya belum stabil), Mesir (negara ini belum stabil juga dan masih ad potensi konflik) , Irak ( kita semua tahu peperangan masih berlangsung di negara ini) lalu Turki dan Yordania>>

            Semua orang bisa baca dan sadar bahwa tempat2 ini hanya BATU LONCATAN SEMENTARA untuk bisa pergi ke Eropa dan Amerika. INGAT PERISTIWA ANAK KECIL MUSLIM YG MATI MENINGGAL DI PERAIRAN YUNANI ?

            http://www.cnnindonesia.com/internasional/20160122085405-134-105975/dua-wanita-dan-anak-imigran-tewas-karena-hipotermia-di-yunani/

            Nih saya kutip: Jakarta, CNN Indonesia

            Federasi Palang Merah Internasional dan Badan Amal
            Bulan Sabit Merah melaporkan seorang anak berusia lima tahun dan dua
            wanita tewas karena hipotermia di pulau Lesbos, Yunani setelah melintasi
            Laut Aegea DARI TURKI karena cuaca yang buruk

            Coba perhatikan kutipan saya , saya beri HURUF BESAR kata “DARI TURKI” karena TURKI CUMA TEMPAT PERSINGGAHAN SEMENTARA, begitu juga negara2 Timur Tengah macam Mesir, Yordania, dll.

            coba ditimbang dengan NURANI : KENAPA PENGUNGSI KAUM MUSLIM RELA MATI KE NEGARA KAFIR DARIPADA HIDUP DG SAUDARA SEUKHUWAH DI TURKI ??

            Karena kita sama2 tahu bahkan dari hati mba yg TERDALAM pun sadar sepenuhnya yaitu WELAS ASIH BANGSA BARAT SAMPAI HARI INI BELUM ADA TANDINGANNYA .

            Sekali lagi silahkan mba main2 ke Puncak JAwa Barat coba tanya ke kaum muslim migran disana lebih memilih tinggal dengan saudara seukhuwah di Indonesia atau dengan KAfir Australia?

            Angka 1 Juta itu baru pengungsi dari Syria , belum terhitung imigran2 lainnya, makanya lebih baik mba jalan2 ke eropa dan amerika melihat KEBAIKAN bangsa barat.

            Lalu mengenai Timor Leste…hehehe jujur nih Mba setuju dari HATI TERDALAM kalo ada pahlawan Nasional macam John Lee (Pahlawan RI keturunan Cina), Sam Ratulangi atau pahlawan nasioanal non-muslim lainnya jadi PRESIDEN? BTW Ingat loh yg jadi pejabat di negara non-muslim bukan cuma di Timor Leste dan setahu saya mereka bukan pahlawan tuh.

            Kadangkala saking tidak ada bantahan sehingga hanya bisa cari2 alasan saja

            Alangkah Indahnya bila suatu hari KAUM anda SUNGGUH2 memandang dan memperlakukan kami para non-muslim SEBAGAI MANUSIA sebagaimana KAMI TELEBIH DAHULU TELAH memperlakukan Kaum anda DENGAN PENUH WELAS ASIH.

          • Green Santri

            Kata lain untuk ‘pengungsi’ dalam bhs Inggris adalah ‘FORCED MIGRANT’ – artinya, orang yang bermigrasi karena dipaksa oleh suatu keadaan. Nah, menurut Anda enak nggak jadi orang seperti itu? Meninggalkan harta-bendanya, pekerjaannya, berpencar dari teman2, kerabat, dan orang2 yang dicintainya – semua karena dipaksa oleh sebuah keadaan. Kalo Anda suruh mereka memilih, tentunya mereka lebih senang tinggal di kampungnya sendiri, bukan? Berbeda dengan orang pindah karena memang berniat pindah.

            Nah, bagaimana bisa menghargai welas-asih nya negara2 Barat dengan sepenuh hati, sementara kita juga tahu bahwa Barat lah yang menciptakan semua itu dengan menghancurkan negara2 Muslim sehingga terbentuklah gelombang besar pengungsi tadi? Paham Mas? Jadi, tangan yang kanan menghancurkan, tangan kiri memberi bantuan kemanusiaan. Apa itu namanya?

            Anda tampaknya seorang aid worker. Mungkin perlu baca2 ini:

            http://www.bostonglobe.com/opinion/2016/10/30/the-fatal-expense-american-imperialism/teXS2xwA1UJbYd10WJBHHM/story.html?event=event25

            https://www.amazon.co.uk/Today-Bombs-Tomorrow-Build-Bridges/dp/178360123X

          • Charles

            –Kenapa Kebiadaban Syiah radikal kok anda KAMBING HITAMKAN Bangsa Barat yg justru membuka Tangan Dengan PENUH Welas Asih terhadap Imigran Suni Syria kaum anda..sedemikiankah Nistanya anda berpikiran buruk bagi kaum yang menolong Org2 Suni yang tertindas kala SEDIKIT SEKALI KAUM SUNI LAINNYA RELA MENOLONG?

            –Kenapa Kebiadaban Etnis Rohingya mba KAMBING HITAMKAN BANGSA BARAT? Apa salah bangsa Barat hingga muslim Rohingya berbondong-bondong ingin ke Australia dan negara barat lainnya?

            Apakah tega nian anda yang seorang wanita berpikiran sedemikian keji mba? menistakan kaum yang mengulurkan pada kaum muslim pada saat mereka saat butuh pertolongan dan dikala SEDIKIT SAUDARA SEUKHUWAH LAIN YG RELA MENOLONG??

            Di London seorang Ahmadiyah bahkan bisa dengan bebas beribadah bahkan menjadi Walikota London saat di negara2 muslim kemungkinan lehernya bisa dipotong , apakah penindasan terhadap kaum Ahmadiyah JUGA Bangsa Barat KAMBING HITAMNYA?

            Apakah demikian buta oleh kebencian sehingga suatu Tindakan WELAS ASIH YG TULUS dengan mudah dinafikkan? Bukankah kita beragama supaya kita memiliki moral dan akhlak yang mulia serta penuh welas asih ? Apa gunanya beragama tapi HATI DIGEROGOTI KEBENCIAN sehingga malah menistakan kaum yang berbuat baik pada kita ?

            Dan mengenai IMIGRAN ..sekali lagi saya bertanya SDH PERNAH KE EROPA / AMERIKA BELUM Mba? Di Eropa/Amerika banyak Imigran Muslim dari Bangladesh dan Pakistan yg tidak ada konflik tuh tapi mereka tahu di Barat sudah mashyur akan WELAS ASIHnya maka berbondng-bondong ke Barat bahkan ada yg jadi pemimpin.

            Mari mbak saya tawarkan Perdamaian dan Hati Pancasila…mari Sadarlah dan Bertaubatlah pada Kebhinekaan Pancasila dimana kita semua sejajar, semua boleh menjadi pemimpin , hilangkan rasa curiga dan benci

          • Green Santri

            Apaan sih ini? hahaha….orang pakai akal sehat kok disuruh bertobat? nggak usah sentimental gitu ah. Perdamaian memerlukan KEADILAN SOSIAL – welas asih saja tidak cukup Mas. Okee? Sekian aja yaa.

            Satu lagi. Jangan mengail di air keruh. Konflik Timur Tengah BUKAN persoalan mazhab Sunni-Syiah. Jangan mencoba mengadu-domba. Kata2 Anda menunjukkan bahwa yang memanas2i dan mengadu-domba umat Islam selama ini selalu saja pihak luar seperti Anda. Terima kasih telah memberi contoh.

            Cukup sekian. Diskusi ditutup.

          • Charles

            –KEADILAN SOSIAL adalah semua agama Hindu, Budha, Konghucu,
            Islam,Kristen hidup berdampingan bisa SALING MEMIMPIN tidak ada
            perbedaan dan hidup dalam damai … Pasti NURANI anda pun setuju dg hal
            ini, memangnya anda sendiri sebagai manusia mau dipelakukan berbeda hanya karena agama anda?? Mari bersikaplah jujur dan JGN MUNAFIK.

            PERLAKUKANLAH ORG LAIN SEBAGAIMANA ANDA INGIN DIPERLAKUKAN!

            Apapun agama anda.. BERTOBATLAH dari hati YG PENUH DENGKI..Saya malah KASIHAN pada mbakyu ini

            Sudah jelas argumen anda SUDAH MELANGGAR AKAL SEHAT, malah coba koar2 menutupi lemahnya argumen anda.

            –Adu Domba? JAdi anda setuju dengan perlakuan Bashyar Al- Asyad? Dalam berdebat hendaklah dg HATI JUJUR DAN PIKIRAN BERSIH

            Saya yakin betul perkataan saya memang mungkin bagai PIL PAHIT namun sekalipun PAHIT bagi anda tetap saja yg namanya kebenaran tidak dapat dipungkiri ..saya tahu betul AKAL SEHAT dan NURANI anda MAHFUM sepenuhnya akan KEBENARAN PERKATAAN SAYA.

            Bukankah Syiah oleh MUI sudah DIFATWAKAN HARAM Mba? hehehe …sudah tahu dianggap haram tapi masih BERPURA-PURA membela seolah2 konflik Syria bukan Syiah pelakunya (yg merupakan musuh abadi bagi anda) tapi karena saking DENGKI nya terhadap Kaum Barat yg JUSTRU SUDAH BANYAK BERWELAS ASIH terhadap kaum anda, malahan anda BERPURA-PURA MEMFITNAHKAN Masalah Syria ke kaum Barat. Padahal anda di dalam hati sejatinya SADAR BETUL dalang Syria itu kaum Syiah yg juga DIHARAMKAN oleh MUI.

            Tapi saya juga tidak mau berkepanjangan berargumen dengan org yg HATINYA PENUH KEBENCIAN..karena seberapun kebenaran dg LOGIS dinyatakan pasti tetap saja anda menyalahkan.

            Apa gak capek mba setiap hari membawa KEBENCIAN &KEDENGKIAN terhadap kaum lain ? dan yg kasihannya anda membenci Kaum yg sudah sangat berbuat banyak Amal-Welas Asih terhadap kaum anda.

            Saya jujur KASIHAN pada anda, kita sesama manusia tidak dicptakan utk SALING DENGKI & BENCI, karena kebencian akan merusak jiwa dan akal anda sendiri…untuk itu daripada hidup dalam KEPAHITAN lebih baik belajarlah kepada Mother Theresa atau belajarlah kedamaian pada Dalai Lama yg meskipun kaumnya Tibet dijajah Cina tetap saja ia pemaaf atau belajarlah pada Mahatma Ghandi.

            Moga2 anda tercerahkan dan bisa belajar bagaimana berakhlak yg benar dan baik…Salam KASIH & DAMAI 🙂

          • macchu pichu

            Charles saya sudah baca semua komentar anda dan memang betul dan sy sangat setuju, bahwa sebenarnya semua orang dalam agama apapun ingin dapat disetarakan dalam hak dan kewajibannya.

            Namun apa boleh buat bila paham agama yg “1” itu selalu mendoktrinkan bahwa di dlm “kitab suci” nya mengharamkan pemimpin yg tidak seiman.

            Tapi apabila terjadi di negara lain dengan agama yg berbeda juga menerapkan hukum yg sama, umat agama yg “1” itu mengatakan telah direnggut dan ditindas haknya.

            Namun mrk “buta” tdk melihat kenyataan yg saat ini terjadi di Indonesia tercinta, hanya karena dikatakan bahwa ini adalah kehendak dari kitabsuci dan tuhannya… sungguh sangat ironis…

          • Mas Dartono

            Ralat pak Charles, walikota Muslim di London itu bukan dr golongan Ahmadiyah, tapi dari Sunni cuma udah liberal kayak Ulil. Btw, tp prestasi dan sikon demokrasi di London patut diapresiasi. Sy ngomong gini soalnya sy jg dr Jemaat Ahmadiyah, dan punya kontakan dng teman di London.

          • Novia

            Setuju dan sepakat dengan Pak Charles.
            Hanya orang yang berjiwa besar dan mempunyai hati nurani lah yang mampu berbuat dan berkata seperti ini….
            Salam damai dalam Tuhan

    • Yuwono Yudi

      kalau begini harus nya mereka yg kesana aja ya sepaham dan sepenanggungan.

  • Sang Penghibur

    Jika merasa ilmu keislaman cetek, merasa
    dirinya awam tentang Islam, maka Emmy Hafid seharusnya belajar dulu
    sampai faham tentang Islam. Berbahaya jika ilmu kita cetek lalu
    berpendapat dan memberikan pernyataan, karena bisa jadi sesat dan
    menyesatkan. Ini malah lebih berani menyebut Aa Gym sebagai ulama yang
    menyampaikan dalil, kok malah dianggap sesat… Ibu yg aneh

    • Kangkung

      Tidak semua orang menyamakan MUI dengan Tuhan. Sebagian orang lain tidak beriman bahwa MUI tidak bisa salah. Jangan samakan dengan anda.

  • Resmi

    kalo merasa bukan ahli agama sebaiknya tau diri saja, lebih baik jaga lisan karena akan dipertanggungjawabkan.

    • Kangkung

      Tidak semua orang menyamakan MUI dengan Tuhan. Sebagian orang lain tidak beriman bahwa MUI tidak bisa salah. Jangan dengan anda.

  • Kevin Warta Utama

    ah kalian semua yg di sini ngatain ibu ini “sok tau”, ngatain pihak sebelah juga “sok tau”, bahkan bisa jadi juga kalian mengatain si A “sok tau” padahal dia lah yang benar di antara kita semua. Kalian semua diberi penjelasan ttg “A” dengan mudahnya kalian ngelesin jadi “B”, begitu sebaliknya. Coba kalian lihat lah komentar2 ini, wkwk. Ngakak gw bacanya, bahkan ada “yang sudah tau” tapi “pura2 tidak tau”, ada yg “belom tau” tapi malah “sok tau”. Gw gak ngasi solusi dari apa yg dibahas, tapi gw buka pikiran lu2 pada, supaya sadar diri dikit dong jadi masyarakat jangan cuma bisa ngeles, jangan cuma bisa putar balikkan omongan orang, jgn munafik, dan lain2. Ayo kita lihat, bahkan komentar saya ini sebentar lagi pasti ada aja yang “diputar-putar” oleh teman2 d sini. Oalah, aneh2 ya orang jaman sekarang, hmm pada lempar ke gw lagi pasti ini, gw dibilangin “eh lu tuh Kevin sama2 anehnya, ngapain comment di sini” nah terbukti kan apa yg bilang. Semua dari kalian cuma bisa nyari sisi debat atau sisi kontra dari apa yg diucapin, kalian smua sudah dari awal TIDAK ada niat nyari solusi. Thanks.

  • Lazuardi Ya’qub Affan

    خُذِ الْحِكْمَةَ وَلَوْ مِنْ فَهْمِ الْبَهَائِمِ

    “Ambillah hikmah/ilmu sekalipun keluar dari mulut binatang”

    Mentang-mentang bukan ulama, apa tidak boleh mengritik? Dan apa iya ulama itu selalu benar? Tidak ada manusia yang sempurna selain Nabi Muhammad.

  • Green Santri

    Persoalannya tidak sesederhana itu Mas Charles. Amerika, Canada, Timor Leste, Eropa, dan semua tempat di dunia punya sejarah sendiri-sendiri, yang mana itu telah membentuk konstruksi sosial dan logika sosial yang berbeda satu sama lain. Pendeknya, tidak bisa satu masyarakat dipaksa meniru masyarakat yang lain. Ada persoalan sejarah dan sosiologis yang membuat masyarakat mempunyai karakteristik tertentu.

    Nah, dalam sejarah panjang Indonesia, tercatat marjinalisasi kaum santri (Muslim taat) terjadi sejak zaman penjajahan Belanda, dengan titik kulminasi pada Perang Diponegoro dimana Belanda mengambil sebuah pelajaran penting untuk ‘berhati2’ pada kaum santri (Muslim taat) serta mengambil sebagai ‘teman’ dalam bekerjasama ‘kaum ‘priyayi’ dan kaum ‘abangan’. Tipologi itulah yang kemudian dilanjutkan oleh para penguasa setelah Indonesia merdeka. Dengan demikian, yang mendapat kesempatan berpendidikan tinggi, lalu ikut menyelenggarakan negara, adalah kedua kelompok di atas (‘priyayi’ dan ‘abangan’) sambil terus terjadi proses marjinalisasi pada ‘Muslim taat’.

    Di tambah dengan tumbuh-suburnya praktek ‘Ali-Baba’ (yaitu, kolusi antara si ‘Ali’ (birokrat pribumi) dan si ‘Baba’), terbentuklah pada akhirnya penumpukan kekuatan ekonomi (dan belakangan, politik juga) pada kelompok minoritas yang non-Muslim. Latar belakang itulah yang menjelaskan aspek sosiologis di balik ‘grievances’ (ketidak puasan – untuk tidak memakai kata ‘kemarahan’) Muslim taat Indonesia.

    Solusinya bagaimana? Tampaknya hanya ada satu. Yaitu meng-amend konsep demokrasi yang ada, lalu memberdayakan kaum Muslim taat, serta memberi kebebasan mereka untuk menentukan sendiri siapa yang boleh mereka pilih/siapa yang tidak, sesuai ajaran agama mereka. Bukankah kebebasan memilih itulah tujuan awal demokrasi? Demikian jugalah untuk umat agama lain, mereka juga boleh memilih atau tidak memilih kriteria tertentu sesuai ajaran agama mereka. Bukankah itu lebih mudah untuk Indonesia?

  • Wahawa

    Udh tau ilmu cetek.. jd gk usah bikn tmbh runyam… benar mnurut kau..lakukan. tidak benar mnurut kau..jangan lakukan. Udh bilang ilmu cetek….pnjelasan sok paham smua.. kau malah terkesan dan terlihat DUNGU yg bnyak cuap2 ^_^ tp nilai nOL

  • Ngaku ilmu cetek tapi berani bahas Islam.. Situ sehat bu?

  • Lia

    Saya sebenarnya tidak mau berkomentar tentang pendapat Ibu Emmy yg sudah mengaku bodoh dalam ilmu agama krn menurut saya ga penting2 amat, tapi kalau pernyataannya dibiarkan bisa jadi bahaya besar, contohnya ttg al-Maidah ayat 51 itu sendiri itu bukan dalam konteks perang, silahlan baca dari ayat 1 bu, jadi tdk memerlukan tafsir. Yang Kedua ttg penjual daging babi penganalogian aa gym itu bukan mengenai “supaya jualannya laku” tapi intinya mengenai ada orang yg berbicara mengenai hal2 yg bukan pada koridor dia untuk menyampaikan, haloooo buu…

  • Teddy Kristiadi

    Saya bingung kenapa gak tersentuhj dengan pernyataan ahok ini… Sy pun merasa bahwa iman sy belum baik. Dan saya pun merasa bahwa pengetahuan soal agama masih cetek. Dari kejadian ini menyentuh hati saya untuk lebih belajar lagi dan semakin belajar malah sy semakin malu dengan pengetahuan sy. Sy pun semakin banyak belajar malah merasa semakin bodoh. Sy yakin sepenuhnya Al Quran adalah mukjijat. Dan yakin sepenuhnya akan kebenarannya. Buat sy Al Qur’an itu indah. Namun semua itu harus tertanam dalam hati yg diaplikasikan dalam perbuatan sehari hari. Sy yg makin lama semakin merasa bodoh ini hanyalah ingin mengetahui isi sepenuhnya pesan yg dibawa oleh Al Qur’an sebagai penuntun kesempurnaan hidup. Kalo belum memahami betul isinya apakah bisa kita tertuntun..? tegaknya islam adalah dg peilaku. Prilaku berakhlak dr hati yg mantap. Bukan dg atribut keislamannya.

  • Rahman

    Ini terjadi karena 1 hal… Agama dipolitisasi.. Bisa Ngak Agama Berdampingan dgn Politik?.. Agama condong Kebenaran, Politik condong Kebohongan.. Dicampur ya jadinya begini.. Partai basis Agama, adakah yg bersih?..

  • Rahmat DR

    Pendeknya akal adalah bukti dari kurangnya pemikiran dalam memahami Alkitab. Berfirka – firka atau memecah belah hukum Tuhan Semesta Alam dengan menolak untuk beriman kepada Alkitab lain merupakan bukti hilangnya kesadaran pemahaman. seperti pemeluk agama Islam tidak mau mengambil Injil sebagai pembelajaran iman, padahal rukun iman ke 3 : Beriman kepada Kitab-kitab (jamak), atau lebih dari satu kitab yang harus di imani.
    Hal nyaris di lupakan banyak orang agama Islam bahwa Alquran mengatakan kalau ahli kitab tidaklah akan di pandang berDien (pengetahuan) sedikitpun, hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat, Injil dan Alquran yang Budi turunkan kepada Rasul mu dari Tuhan Mu..,
    Saat ini kebanyakan manusia dari belahan bumi di manapun termasuk Mesir sebagai pusat studi Islam dapat di katakan telah menyembunyikan kebenaran tentang isi penafsiran Alkitab, pun begitu juga Rome.
    Fenomena ini bukanlah masalah agama siapa yang dapat memimpin di suatu tempat. Melainkan masalah pemahaman tentang Alkitab yang berujung menjadi masalah Iman.
    Bagaimana mana mereka dapat mengerti beriman dengan benar. Sebab tidaklah mungkin seseorang dapat di katakan dekat dengan Tuhan jika tidak mengerti iman.
    Bagaiman jika di katakan seluruh umat beragama bermasalah dengan iman ?
    Apa tanggapan saudara tentang fenomena ini ..

'